Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Modus & Kedok Penipuan Terbaru di Situs Internet, Kuras Habis Rekening
    Insight News

    Modus & Kedok Penipuan Terbaru di Situs Internet, Kuras Habis Rekening

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juli 2024Updated:13 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS, bersama dengan dua lembaga perlindungan konsumen internasional lainnya, mengumumkan hasil penelitian mengenai penggunaan pola gelap atau dark pattern, sebuah teknik manipulatif yang bisa menguras rekening hingga membahayakan privasi pengguna.

    Modus ini membuat korban dipaksa untuk membeli produk, layanan, atau mengambil tindakan lain yang tidak mereka inginkan.

    Mengutip TechCrunch, penelitian pola gelap dilakukan pada 642 website dan aplikasi yang menawarkan layanan berlangganan. Hasilnya, mayoritas (hampir 76%) website dan aplikasi menggunakan setidaknya satu pola gelap. Dan hampir 67% menggunakan lebih dari satu pola gelap.

    Pola gelap sangat populer di kalangan situs website dan aplikasi berlangganan dan telah menjadi fokus FTC selama beberapa tahun. Dengan dirilisnya laporan baru ini menandakan bahwa FTC berencana untuk lebih memperhatikan jenis penipuan konsumen.

    Laporan baru yang diterbitkan ini menyelami berbagai jenis pola gelap seperti menyelinap, menghalangi, tindakan paksa, bukti sosial (social proof) dan lain-lain.

    Menyelinap atau sneaking adalah salah satu pola gelap paling umum yang ditemui dalam penelitian ini. Menyelinap mengacu pada ketidakmampuan konsumen mematikan perpanjangan otomatis langganan mereka.

    Sebanyak 81 persen situs dan aplikasi yang diteliti menggunakan teknik ini untuk memastikan langganan konsumen diperbarui secara otomatis.

    Dalam 70% kasus, penyedia langganan tidak memberikan informasi tentang cara membatalkan langganan, dan 67% gagal memberikan tanggal kapan konsumen harus membatalkan agar tidak dikenakan biaya lagi.

    Studi tersebut menemukan bahwa 21,5% situs web dan aplikasi yang mereka periksa telah menggunakan notifikasi dan bentuk bukti sosial lainnya untuk mendorong konsumen mendaftar berlangganan.

    Penyedia website dan aplikasi juga dapat mencoba menanamkan rasa urgensi agar konsumen membeli suatu produk.

    Hal ini biasa terjadi di Amazon dan situs e-niaga lainnya, di mana orang-orang diperingatkan akan persediaan yang menipis sehingga mendorong mereka untuk segera melakukan pembayaran.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: AI Dalam Dunia Marketing, Apakah Menjadi “Pedang Bermata Dua?”

    (pgr/pgr)

    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.