Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Moderna Campurkan Vaksin Covid dengan Vaksin Flu, Jadi Apa?
    Insight News

    Moderna Campurkan Vaksin Covid dengan Vaksin Flu, Jadi Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 September 2021Updated:13 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Moderna Inc mengungkapkan perusahaan sedang mengembangkan vaksin tunggal. Vaksin itu akan mencampurkan dosis booster Covid-19 dengan suntikan flu eksperimental.

    Diharapkan vaksin baru ini bisa diberikan untuk virus dan penyakit pernapasan lain untuk menjadi suntikan tahunan.

    “Kami percaya ini adalah peluang yang sangat besar di depan kami, jika bisa membawa ke pasar vaksin booster tahun berefikasi tinggi pan-respiratory,” kata Chief Executive Officer Moderna, Stephane Bancel dikutip dari CTVnews, Jumat (10/9/2021).

    Dia menambahkan keyakinannya Moderna bisa jadi pertama yang ada di pasar ini. “Kami percaya Moderna bisa jadi pasar pertama di peluang penting terbaru ini,” ungkapnya.

    Sementara itu analis dan investor layanan kesehatan menyebut Moderna, Pfizer Inc dan mitra vaksin Jerman untuk BioNTech SE diprediksi mendapatkan miliaran dolar melalui booster Covid-19.

    Sebagai informasi, produsen obat juga telah memiliki beberapa kandidat vaksin influenza yang sedang dalam pengembangan. Moderna juga telah melakukan uji klinis pada vaksin RSV untuk orang dewasa berusia tua.

    Kombinasi vaksin flu dan Covid-19 juga diteliti oleh Novavax Inc. Perusahaan mengungkapkan pihaknya melakukan studi tahap awal untuk menguji kombinasi tersebut.

    Dalam penelitian lain, Moderna memberikan berita terbaru pada uji coba tahap menengah untuk vaksin pada anak-anak berusia 6 bulan hingga 11 tahun. Ujicoba itu menguji dosis 40 mikrogram yang melibatkan 4.000 anak.

    Moderna juga sedang ditinjau oleh FDA Amerika Serikat (AS) untuk vaksinnya dapat digunakan oleh remaja.

    Perusahaan mengatakan studi pemilihan dosis diberikan pada kelompok usia yang berbeda. Ada usia 2 tahun hingga kurang dari 6 tahun, dan 6 bulan sampai di bawah 2 tahun.

    Sementara itu Vaksin Pfizer-BioNTech telah disahkan digunakan untuk anak berusia 12-15 tahun pada awal tahun ini.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.