Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Moderna Bicara Efek Samping Berbahaya Vaksin Covid-19
    Insight News

    Moderna Bicara Efek Samping Berbahaya Vaksin Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 November 2021Updated:13 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Moderna angkat bicara soal efek samping berbahaya vaksin Covid-19 mRNA buatannya. Perusahaan itu menyebutkan perlindungan atas penyakit parah, rawat inap dan kematian melebihi risiko miokarditis atau kondisi peradangan otot jantung.

    Minggu lalu, Food and Drug Administration (FDA) mengatakan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memberi izin vaksin tersebut diberikan pada anak usia 12-17 tahun. Ini terjadi karena FDA memeriksa laporan mengenai miokarditis.

    Kepala petugas medis Moderna, Dr. Paul Burton mengatakan ada laporan temuan kasus radang jantung langka pada penerima vaksin Moderna di bawah 30 tahun lebih tinggi jika dibandingkan pada penerima Pfizer dan BioNTech.

    Laporan dari Perancis menemukan data laki-laki usia 12-29 tahun penerima Moderna, sebanyak 13,3 kasus per 100 ribu orang mengidap sakit miokarditis. Ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan 2,7 kasus per 100 ribu orang untuk vaksin Pfizer.

    Meski begitu dampak penyakit ringan dan berat jauh lebih rendah dibandingkan penerima Pfizer dan Johnson & Johnson, kata Burton. Dia mengutip data Center for Disease Control and Prevention, adalah 86 kasus per 100 ribu orang dan Pfizer ditemukan 135 kasus per 100 ribu orang.

    Burton mengatakan otoritas masih merekomendasikan vaksin Moderna digunakan untuk masyarakat. Serta menambahkan lembaga kesehatan melakukan penilaian data dengan hati-hati.

    “Saya pikir otoritas kesehatan menilai data dengan hati-hati. Anda bisa melihat bahwa mereka terus merekomendasikan penggunaan vaksin mRNA-1273 Moderna,” jelasnya dikutip CNBC Internasional, Jumat (12/11/2021). “Kami percaya keseimbangan manfaat dan risiko sangan positif”.

    Para ilmuwan masih mencari tahu penyebab pria berusia muda mengalami kondisi seperti itu setelah mendapatkan vaksinasi. Namun ada beberapa kemungkinan yang diketahui Burton seperti testosteron yang mungkin memiliki peran dan fakta dosis Moderna diberikan lebih tinggi dari Pfizer.

    “Kami tahu ada beberapa perbedaan terkait testosteron. Kami memiliki seri utama 100 mikrogram mRNA jadi ada tingkat protein lonjakan yang sedikit lebih tinggi dan bisa jadi kontribusi,” kata Burton.

    Adanya kasus miokarditis membuat Finlandia dan Swiss khawatir dan menghentikan penggunaannya pada orang berusia 30 tahun ke bawah. Di Eropa sendiri vaksin tersebut telah digunakan untuk usia remaja sejak Juli lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.