Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Modal Chating, Orang Biasa Bisa Jadi Hacker Bajak HP
    Insight News

    Modal Chating, Orang Biasa Bisa Jadi Hacker Bajak HP

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2023Updated:9 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepopuleran ChatGPT dengan cepat dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan siber. Dilaporkan chatbot itu digunakan sebagai cara mereka menyebar virus melalui ponsel para korbannya.

    Tim peneliti keamanan siber CheckPoint Research (CPR) menemukan melihat banyak postingan di forum hacker terkait pembuatan infostealer, alat enkripsi dan malware lainnya. Semua itu dilakukan dengan bantuan ChatGPT.

    Menurut laporan, beberapa penulis dalam forum itu adalah pemula di dunia pemrograman. Artinya tools bisa digunakan untuk menurunkan penghalang untuk masuk ke aksi kejahatan dunia maya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain mengembangkan malware dan ransomware, pelaku juga berusaha memanfaatkan ChatGPT untuk membangun software pendukung. Seorang hacker dilaporkan menjelaskan menggunakan tools itu untuk membuat pasar sebuah tempat peretasan lain untuk memperjualbelikan barang ilegal dan curian dengan menggunakan mata uang kripto.

    Barang-barang itu cukup berbahaya misalnya data pembayaran, software berbahaya. Termasuk juga menjual obat-obatan dan senjata api.

    Menurut Sergey Shykevich, Threat Intelligence Group Manager Check Point, para penjahat menganggap ChatGPT sangat menarik. Dia menjelaskan chatbot itu bisa mempercepat proses aksi peretasan.

    “Sama seperti ChatGPT yang bisa membantu pengembang dalam menulis kode, ChatGPT juga bisa digunakan untuk tujuan jahat,” jelasnya dikutip Tech Radar, Kamis (9/2/2023).

    “Meskipun alat yang kami analisis dalam laporan cukup mendasar, hanya masalah waktu hingga pelaku ancaman yang lebih canggih menyempurnakan cara menggunakan alat berbasis AI”.

    Dia menjanjikan pihaknya akan terus melakukan penyelidikan soal ChatGPT selama beberapa minggu ke depan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Lebih Pintar dari Google, Komputer Ini Ramal Pasar Saham 2023


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.