Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mobil Tesla Banting Harga Tetap Ga Laku, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Mobil Tesla Banting Harga Tetap Ga Laku, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2023Updated:15 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang harga yang dibuat oleh Tesla, telah mengguncang industri mobil listrik selama beberapa bulan terakhir.

    Tetapi, pakar Morgan Stanley mengatakan hal tersebut hanya berumur pendek, terutama di medan pertempuran kendaraan listrik dengan China.

    Elon Musk, sebagai pemilik Tesla, telah memangkas harga kendaraannya di China selama berbulan-bulan. Pemotongan tersebut sebagian besar merupakan langkah strategis yang, pada awalnya, membantu Tesla menopang permintaan di tengah meningkatnya persaingan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sayangnya penurunan harga mobil Tesla baru-baru ini tak mendapat hasil sebaik diskon sebelumnya. 

    “Pemotongan harga Tesla memulai putaran yang lebih luas dari pengurangan harga industri,” kata analis mobil di Morgan Stanley, Adam Jonas, dikutip dari BusinessInsider, Rabu (15/3/2023).

    “Tidak seperti pemotongan sebelumnya yang memicu respons permintaan yang kuat, putaran kali ini tak berdampak besar pada penjualan. Konsumen sepertinya menunggu potongan lebih lanjut,” imbuh dia.

    Banting harga yang dilakukan Tesla juga membuat pembeli awal geram. Mereka menuntut pengembalian uang untuk selisih harga dari saat mereka membeli mobil, beberapa minggu atau bulan sebelumnya dengan harga yang lebih tinggi.

    Perkiraan Morgan Stanley, pasar mobil China menyumbang 30 hingga 40% dari profitabilitas Tesla. Persaingan terbesarnya di sana, BYD (yang sahamnya menurun sejak perang harga dimulai), juga memberikan harga diskon. Tapi memudarnya reaksi terhadap hal tersebut, menandai klimaks lain dari pertarungan harga diantara produsen mobil listrik.

    “April sekarang adalah krisis untuk menghentikan perang harga,” kata para analis.

    “Pasar akan fokus pada apakah perang harga tanpa henti di pasar mobil China dapat berhenti setidaknya pada bulan April, dengan lebih banyak peluncuran kendaraan baru dan lebih sedikit risiko persediaan model lama,” ujar mereka

    Perang harga serupa sedang terjadi di Amerika Serikat. Tesla melakukan langkah serupa di AS pada awal tahun, dengan pemotongan hingga 20% pada sedan Model 3 dan SUV Model Y.

    Pemotongan tersebut segera mengikuti tahun 2022 yang sulit bagi perusahaan di mana itu jauh dari ekspektasi Wall Street.


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.