Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mobil Bensin Bakal Tamat Gegara Temuan Baru Peneliti Korea
    Insight News

    Mobil Bensin Bakal Tamat Gegara Temuan Baru Peneliti Korea

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2024Updated:7 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Mobil yang ditenagai bensin diperkirakan bakal menemui akhir zamannya, digantikan mobil listrik akan makin berkembang dan kian canggih.

    Temuan tim peneliti Pohang University of Science and Technology di Korea Selatan menambah kecanggihan mobil listrik. Mereka berhasil menciptakan mobil yang dapat melaju 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian baterai saja.

    Dalam penelitian tersebut para peneliti berhasil memecahkan masalah silikon pada mobil listrik. Salah satu masalahnya adalah baterai dengan material silikon memiliki masalah seperti bertambah besar saat dicas tiga kali.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Biasanya para peneliti akan menciptakan baterai silikon berukuran nano yang kecil. Namun ini menambah masalah baru, yakni ongkos yang mahal dan prosesnya sangat kompleks.

    Tim dari Korea Selatan akhirnya menemukan jawaban dari masalah tersebut. Mereka menggunakan partikel berukuran 1.000 kali lebih besar dalam skala mikro, dengan harga lebih murah dan mudah diolah.

    Mereka juga berhasil menemukan solusi baterai yang membesar. Yakni dengan menggunakan gel polimer elektrolit.

    Polimer elektrolit disebut dapat berubah bentuk. Bahan ini akan diikat secara kimia dengan radiasi lewat tembakan elektron, dan akan membuat partikel menjadi kembang-kempis.

    Baterai hasil temuan tim peneliti ini setara dengan baterai lithium-ion standar. Densitas energi mencapai 40 persen lebih besar.

    “Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” kata Park Soojin dari Pohang University.




    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.