Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Misteri Miringnya Inti Bumi di Bawah RI Terpecahkan, Ternyata
    Insight News

    Misteri Miringnya Inti Bumi di Bawah RI Terpecahkan, Ternyata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2021Updated:24 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sebuah penelitian mengungkap inti Bumi di bawah Indonesia ternyata miring. Ini disebabkan karena inti besi padat di tengah Bumi tumbuh lebih cepat di bawah laut Banda.

    Terungkap juga inti Bumi yang berada di bawah Indonesia kehilangan panas lebih cepat dari wilayah lain seperti Brasil. Dengan begitu membuat proses pendinginan jadi lebih cepat karena adanya kristalisasi besi penyusun inti.

    Ternyata kejadian ini sudah berlangsung sejak lama, yakni 500 tahun lalu. Sayangnya belum diketahui alasan proses pendinginan yang cepat tersebut.

    “Satu-satunya cara kami dapat jelaskan adalah sisi satunya tumbuh lebih cepat dibanding yang lain,” kata penulis utama studi Daniel Frost, seismolog di University of California, Berkeley, dikutip Rabu (24/11/2021).

    Penelitian ini dilakukan oleh Seismolog University of California, Berkeley, Amerika Serikat (AS). Analisa tersebut terungkap saat peneliti mempelajari gelombang seismik.

    Gelombang seismik merupakan getaran bawah tanah dari gempa Bumi dan melewati inti besi padat. Inti Bumi berada 3.000 kilometer di bawah permukaan Bumi dengan bentuk seperti bola dan mengandung besi serta nikel.

    Sementara di bagian atas inti adalah mantel dalam dengan kedalaman dari 300 hingga 2.890 km di bawah permukaan Bumi. Mantel luar pada 10-300 km di bawah permukaan Bumi. Terakhir adalah lapisan paling luar yaitu kerak Bumi.

    Inti Bumi yang kehilangan panas ini membuat ilmuwan memiliki satu kesimpulan baru mengenai mengapa kristalisasi besi condong di arah Barat yakni Laut Bandang dibanding wilayah Timur.

    Para peneliti menyebutkan terdapat pertumbuhan asimetris, 60% lebih tinggi ke sisi barat. Mereka juga menambahkan pertumbuhan bukan berarti membuat risiko lain menjadi tidak seimbang.

    Namun masih ada satu misteri lain yang belum terungkap. “Pertanyaannya adalah, apakah ini mengubah kekuatan medan magnet?” kata Frost.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.