Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Miris! Google Irit Bujet, Karyawan Rebutan Meja Kerja
    Insight News

    Miris! Google Irit Bujet, Karyawan Rebutan Meja Kerja

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2023Updated:25 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google meminta karyawan untuk berbagi meja kerja secara bergantian setiap harinya. Keputusan ini didasari alasan efisiensi real estate, dan akan dimulai pada kuartal berikutnya.

    Keputusan berbagi meja kerja yang baru akan berlaku untuk lima lokasi Google Cloud terbesar di AS, yakni di Kirkland, Washington; Kota New York; San Fransisco; Seattle; dan Sunnyvale, California.

    Dokumen Frequently Asked Question atau Soal Sering Ditanya (FAQ/SSD) internal yang dibagikan kepada karyawan baru-baru ini, menyatakan bahwa tujuannya agar perusahaan dapat terus berinvestasi dalam pertumbuhan Cloud. Akibatnya, beberapa bangunan akan dikosongkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sebagian besar Googler sekarang akan berbagi meja dengan satu Googler lainnya,” tertulis dalam dokumen internal tersebut sembari mengharapkan karyawan untuk datang pada hari yang berbeda sehingga mereka tidak berada di meja yang sama pada hari yang sama.

    “Melalui proses pencocokan, mereka akan menyepakati pengaturan meja bersama dan menetapkan norma dengan rekan meja. Hal ini untuk memastikan keharmonisan lingkungan bersama yang baru.”

    FAQ mengatakan karyawan dapat masuk pada hari lain, tetapi jika mereka masuk pada hari yang tidak ditugaskan, mereka akan menggunakan “ruang drop-in yang melimpah”.

    Secara internal, kepemimpinan telah memberi judul pengaturan tempat duduk yang baru yakni Cloud Office Evolution (CLOE). Pengaturan itu dideskripsikan “menggabungkan kolaborasi pra-pandemi terbaik dengan fleksibilitas” dari pekerjaan hybrid.

    Dinyatakan pula dalam dokumen itu bahwa rencana ruang kerja baru bukan sementara, tetapi pada akhirnya akan mengarah pada penggunaan ruang kita yang lebih efisien.

    Dalam mengumumkan keputusan ini, Google menggunakan data internal yang ada di dalam pola pengembalian kantor karyawannya. Selain pola pengembalian kantor yang lebih lambat, perusahaan telah memperlambat perekrutan dan memberhentikan 11.000 karyawan pada bulan Januari.

    Langkah ini dilakukan saat Google mengurangi jejak real estatnya di tengah pemotongan biaya yang lebih luas. Namun, perusahaan belum menentukan wilayah atau bangunan yang rencananya akan dirampingkan.

    Unit cloud, yang merupakan lebih dari seperempat Google tenaga kerja penuh waktu, adalah salah satu bidang dengan pertumbuhan tertinggi di perusahaan, tetapi tidak menguntungkan.

    Di bawah pengaturan baru, unit cloud yang terdiri dari 200 hingga 300 karyawan serta dan mitra-mitranya akan diatur ke dalam “lingkungan” yang mungkin juga mencakup “tim mitra yang merupakan bagian dari organisasi lain, seperti Keuangan, Operasional Orang, dan lain-lain. Setiap lingkungan akan memiliki wakil presiden atau direktur yang akan bertanggung jawab untuk mengalokasikan ruang di lingkungan tersebut.


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.