Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Migrasi TikTok Shop ke Tokopedia Belum 100%, Ini Kata Zulhas
    Insight News

    Migrasi TikTok Shop ke Tokopedia Belum 100%, Ini Kata Zulhas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2024Updated:15 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas menyebut proses migrasi TikTok Shop ke Tokopedia masih terus berjalan. Antara lain terkait sistem pembayaran atau transaksi digitalnya. Ia menyebut, saat ini proses migrasi itu sudah sekitar 80%.

    “(Proses migrasi TikTok Shop ke Tokopedia) lagi proses, sabar saja. Sekarang ini sudah sekitar 80%,” kata Zulhas kepada wartawan saat ditemui di Lobby Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menyebut proses migrasi itu sudah berjalan 87%. Ia mengatakan, Kemendag telah mengkategorikan proses migrasi menjadi tiga kelompok, yakni pembayaran, data, dan merchant operational.

    “Terkait payment, itu paling besar bobotnya sekitar 60%. Kategori kedua data, pemisahan data, data dan user. Ketiga, istilahnya merchant operational, itu yang meliputi tampilan-tampilan lah, memang dari ketiga kelompok itu yang kemajuannya paling banyak yang depan memang,” ungkapnya.

    Isy menjelaskan, di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 disebutkan bahwa e-commerce, social commerce, dan social media tidak boleh menyatu, atau harus dipisahkan. Dengan demikian, maka TikTok sebagai media sosial dilarang menyediakan akses transaksi digital melalui TikTok Shop. Karena itu, akhirnya TikTok bergabung dengan Tokopedia.

    Oleh sebab itu, lanjutnya, saat ini TikTok sudah tidak lagi menyediakan fitur transaksi di aplikasinya, melainkan sudah migrasi ke Tokopedia. Namun, Isy mengakui proses migrasi tersebut belum sepenuhnya termigrasi, karena masih terdapat beberapa hal yang belum selesai , termasuk link untuk dokumen tagihan pembayaran.

    “Di back end-nya ini memang tersisa mengenai link untuk invoice. Jadi link invoice masih tersisa, itu belum selesai dan detail itu masih ngejelimet dan dalam,” ucapnya.

    Isy mengatakan, TikTok diberi waktu untuk menyelesaikan migrasi tersebut kurang lebih 3-4 bulan sejak bergabung dengan Tokopedia. Ia pun berharap proses ini dapat rampung sepenuhnya sebelum Lebaran Idul Fitri 2024 ini.

    “Kalau bisa sebelum Lebaran ya, saya usahakan. Tapi ini kan Pak Menteri (Zulkifli Hasan) jalan terus,” pungkasnya.



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.