Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Migrasi ke Siaran Digital, Kominfo: Bisa Pakai TV Tabung
    Insight News

    Migrasi ke Siaran Digital, Kominfo: Bisa Pakai TV Tabung

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2022Updated:11 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) saat ini menggencarkan migrasi penggunaan siaran televisi dengan TV analog ke televisi digital. Dalam migrasi ke siaran televisi digital ini masyarakat tetap menggunakan televisi lama atau bahkan televisi tabung.

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengungkapkan televisi versi lama masih bisa digunakan karena yang diubah adalah teknologi pemancarannya.

    “Sama-sama tetap menggunakan medium udara dan free to air. Hanya sekarang muatan dalam pancaran itu berbentuk digital, bukan lagi analog. Jadi buku yang dikirim dari stasiun televisi bukan lagi berbentuk buku kertas, tetapi ebook atau buku digital,” papar dia dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

    Adapun diperlukan alat tambahan yaitu STB (Set Top Box) yang dapat mengubah sinyal hasil tangkapan antena televisi menjadi bentuk suara dan gambar. Dengan alat tersebut, televisi tabung bisa menjadi Televisi digital yang bisa menyajikan hiburan dan tayangan.

    “Dengan adanya analog switch off, mari beramai-ramai migrasi ke digital. Penyiaran gelombang akan menggunakan teknologi digital. Kualitas gambar lebih bersih dan jernih. Tentunya canggih juga. TV tabung memang masih menggembung di Indonesia. Cukup tambahkan Set Top Box, yang menggembung akan sekejap menjadi kekinian,” tegas Johnny.

    Dia menyebut berdasarkan survei Litbang Kementerian Kominfo pada 2019, ada sebanyak 66% masyarakat Indonesia mengakses siaran televisi dengan televisi analog dan 6% masyarakat masih menggunakan televisi parabola. Kemudian sebanyak 16% masyarakat membeli layanan televisi kabel dan sebanyak 4% menonton siaran televisi melalui internet.

    “Infrastruktur, dalam hal ini stasiun pemancar, dibangun tidak merata di 34 provinsi. Pulau Jawa dan Sumatera dipadati dengan stasiun pemancar dan mendapatkan semua sajian siaran televisi. Sedangkan daerah lainnya white space atau kosong gelombang siaran terpancar lemah,” tegasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Kominfo Akan Matikan Semua TV Analog, Catat Jadwalnya!

    (rah/rah)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.