Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Microsoft Mendadak Mundur dari OpenAI, Takut Dihukum Amerika
    Insight News

    Microsoft Mendadak Mundur dari OpenAI, Takut Dihukum Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2024Updated:11 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Microsoft melepaskan posisi sebagai dewan pengamat OpenAI. Langkah ini bertujuan meredakan kekhawatiran regulator antimonopoli AS dan Inggris mengenai kendali Microsoft atas startup AI tersebut, di tengah melonjaknya popularitas kecerdasan buatan generatif.

    Namun, mundurnya Microsoft sepertinya tidak akan menyelesaikan kekhawatiran Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Dilaporkan bahwa FTC sedang melakukan tinjauan antimonopoli terhadap kesepakatan yang dilakukan oleh raksasa teknologi tersebut dengan OpenAI.

    Langkah ini menunjukkan Microsoft memiliki potensi paparan antimonopoli yang signifikan dan berusaha untuk mengatasinya, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (11/7/2024).

    Juru bicara Microsoft tidak segera membalas permintaan komentar mengenai masalah ini.

     Apple bulan lalu mengatakan akan menghadirkan chatbot OpenAI, ChatGPT, ke perangkatnya. Kendati demikian, Apple menegaskan tidak akan mengambil peran dewan pengamat di OpenAI.

    Sumber yang mengetahui masalah ini menambahkan bahwa OpenAI tidak memiliki rencana di masa depan untuk menawarkan peran ke Apple sebagai dewan pengamat. Apple tidak menanggapi permintaan komentar.

    Juru bicara OpenAI mengatakan perusahaan akan membangun pendekatan baru untuk melibatkan pemangku kepentingan dengan mengadakan pertemuan rutin dengan mitra strategis seperti Microsoft dan Apple, serta investor seperti Thrive Capital dan Khosla Ventures.

    Diketahui, Microsoft mengambil posisi sebagai dewan pengamat di OpenAI tanpa hak suara pada November lalu setelah CEO OpenAI Sam Altman mengambil kembali kendali perusahaan.

    Posisi tersebut membuat Microsoft dapat menghadiri rapat dewan OpenAI dan mengakses informasi rahasia, tetapi tidak memiliki hak suara mengenai berbagai hal, termasuk memilih direktur.

    Posisi sebagai pengamat dan investasi Microsoft yang berjumlah lebih dari US$10 miliar pada OpenAI telah memicu kekhawatiran para pengawas antimonopoli di Uni Eropa, Inggris, dan AS. Mereka khawatir tentang seberapa besar kendali yang Microsoft miliki terhadap OpenAI.

    Saksikan video di bawah ini:

    Elon Musk Ancam Larang Penggunaan Perangkat Apple di Perusahaannya





    Next Article



    Bikin Bikin Teks Jadi Video, OpenAI Kini Bernilai Rp 1.240 Triliun



    (fab/fab)

    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.