Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menteri Teten Usul Pengajuan KUR Pakai Data Telco, Ini Alasannya
    Insight News

    Menteri Teten Usul Pengajuan KUR Pakai Data Telco, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 September 2024Updated:5 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengusulkan menggunakan pakai data lain untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tujuannya agar UMKM yang tidak terjangkau bank atau unbankable bisa tetap mengakses KUR.

    Data yang digunakan bisa dari pembayaran listrik dan data telekomunikasi untuk melihat kemampuan membayar pinjaman. Untuk telekomunikasi, data yang digunakan seperti telepon hingga data internet.

    “Sebab begini kalau bank masih hanya menggunakan data history credit, sulit bagi UMKM yang unbankable yang belum pernah pinjam duit ke bank akan mendapatkan KUR,” kata Teten ditemui usai rapat dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Perdagangan, Rabu (4/9/2024).

    “Sehingga kita dalam inovatif credit scoring kita minta agar menggunakan data pembayaran listrik dan data telco. Pembayaran pulsa dan sekarang kan orang belanja online ya segala macam kan lewat handphone. sehingga bisa dilihat kemampuan bayar mereka,” jelasnya menambahkan.

    Dia mengatakan data scoring itu sudah diterapkan di 145 negara. Kesempatan UMKM unbankable mendapatkan pinjaman KUR juga bisa cukup besar, yakni mencapai 70%.

    Sekarang banyak UMKM itu mengakses pembiayaan dari luar bank. Mereka menggunakan pinjol, rentenir, dan fintech untuk meminjam dengan bunga tinggi.

    Teten menjelaskan telah berbicara dengan berbagai pihak, termasuk operator telekomunikasi dan juga bank. Menurutnya sebagian bank juga telah menggunakan credit scoring inovatif itu.

    Dengan cara tersebut, dia berharap rasio Non Perfoming Loan (NPL) UMKM tidak akan berubah. Sekarang sudah di atas 4 dari yang sebelumnya di bawah 3.

    “Karena itu maka ini harus diberikan kemudahan untuk mengakses pembiayaan,” ucapnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Bantu Bisnis UMKM Lindungi Data Digital, Paper.id Solusinya!


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.