Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkominfo Bilang Tak Usah Upgrade ke 5G Cuma Buat YouTube
    Insight News

    Menkominfo Bilang Tak Usah Upgrade ke 5G Cuma Buat YouTube

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 November 2023Updated:10 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penggunaan 5G atau yang disebut sebagai internet cepat bukan hanya untuk aplikasi-aplikasi mobile. Namun penggunaannya akan menjangkau sesuatu yang lebih luas lagi.

    “Begini ini kan peningkatan kecepatan. 50-100 Mbps langsung ke 1 Gbps. Cuma harus diikuti dengan peningkatan keperluan. Kalau cuma Youtube sama sosmed 4 Gb 8 Mb nonton Netflix 8 Mb,” kata Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi, dalam acara Digital Creative Leadership Forum, di Jakarta, Kamis (9/11/20230).

    Sementara 5G akan menghasilkan kecepatan 500 hingga 700 mbps. Penggunaannya untuk autonomus car hingga Internet of Things (IoT).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Autonomus car, IoT, kalau cuman nonton Youtube ngapain kencang-kencang,” ujar dia.

    Budi menambahkan untuk mencapai kecepatan 5G diperlukan dukungan berbagai sektor lain. Salah satunya adalah dari sektor kesehatan

    Dengan 5G, sektor kesehatan bisa melakukan layanan dari jarak jauh. Ini bisa dilakukan dengan catatan internetnya sangat cepat.

    “Artinya kecepatan 5G memerlukan dukungan berbagai sektor lain khususnya industri. Kesehatan kan perlu operasi jarak jauh. Kalau internetnya cepet 500-700 Mbps hingga 1 Gbps dokternya cukup di Jakarta,” jelas dia.

    Indonesia diketahui juga telah mengembangkan jaringan 5G. Beberapa wilayah telah bisa mengakses jaringan tersebut.

    Ibu kota baru, Nusantara juga akan diselimuti jaringan 5G. Budi mengatakan jaringan itu harus ada di sana karena implementasi smart city.

    “Gini, kalau IKN harus 5G, ngerjainnya kan smart city, masa cuma 50 Mbps,” kata Budi.


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Internet 5G Lambat di RI, Mastel Ungkap Ini


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.