Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkes Ungkap Kekurangan RI Dalam Hadapi Virus Covid-19
    Insight News

    Menkes Ungkap Kekurangan RI Dalam Hadapi Virus Covid-19

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Februari 2022Updated:9 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laboratorium Genome Sequencing di Indonesia saat ini hanya ada 12 lab saja. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin berencana untuk menambah hingga dua kali lipat.

    Dalam gelaran Mandiri Investment Forum 2022, Budi menjelaskan saat pertama kali dia menjabat Menteri Kesehatan, lab genome sequencing hanya ada 12 saja. Saat itu yang dimiliki hanya strain Covid-19 dari Wuhan saja.

    Sementara di negara lain, laboratoriumnya sudah memadai untuk meneliti varian dari virus Covid-19 lainnya. Selain itu jumlah sample yang bisa diteliti hanya 140 berbeda dengan Singapura yang mencapai 5.000 dan Inggris sekitar 20 ribu.

    Dia menjelaskan laboratorium penting, agar Indonesia bisa memahami varian yang berkembang di dalam negeri. “Saat itu 2.000 (sample) setiap bulan, bukan lagi 140. Semua varian ada Alpha, Beta,” kata Budi, Rabu (9/2/2022).

    Dia juga menjelaskan ingin menggandakan jumlah laboratorium menjadi 25 lab. Uang pengembangan laboratorium dia sebutkan berasal dari global fund.

    Dengan penambahan itu, diharapkan setiap pulau di Indonesia memiliki setidaknya dua laboratorium genome sequencing. Penempatan lab itu akan diletakkan di setiap universitas.

    “Dua di Sumatera, dua di Kalimantan, dua di Maluku di setiap universitas,” jelasnya.

    Dalam kesempatan yang sama, dia menjelaskan ingin Indonesia punya kemandirian dalam produksi seperti obat dan vaksin. Jika tidak, akan ada masalah misalnya saat China memutuskan lockdown dan Indonesia tidak bisa memproduksi material obat dan vaksin.

    Produksi dalam negeri sedang digencarkan saat ini. Salah satunya obat Covid-19 molnupiravir yang bersiap untuk diproduksi dalam waktu dekat dan juga vaksin.

    “Molnupiravir bisa diproduksi April. Vaksin diharapkan tahun depan bisa diproduksi,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.