Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkes Dorong Warga RI Divaksin AstraZeneca & Pfizer, Kenapa?
    Insight News

    Menkes Dorong Warga RI Divaksin AstraZeneca & Pfizer, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2021Updated:22 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat Indonesia mau divaksinĀ Covid-19 dengan jenis selain Sinovac yakni AstraZeneca dan Pfizer. Dalam tiga minggu terakhir laju penyuntikkan vaksin di Indonesia cenderung menurun.

    Dia mengatakan ini terjadi karena beberapa hal. “Salah satunya Sinovac sudah mulai menurun [jumlah pasokannya] diganti AstraZeneca dan Pfizer,” kata Budi, Senin (22/11/2021).

    “Dua vaksin sama amannya efikasi lebih tinggi. Tapi karena baru masyarakat masih ragu.”

    Masyarakat yang belum divaksin, terutama lansia untuk mau melakukan vaksinasi, apapun jenis vaksinnya. Menurutnya jangan sampai kenaikan kasus yang terjadi di Eropa juga terjadi di Indonesia.

    Menurutnya jika terjadi demam pasca vaksinasi itu merupakan hal biasa. Hal yang sama juga terjadi saat kecil diberikan vaksin cacar.

    “Memang ada demam, sama seperti vaksin cacar waktu kecil ada demam. Tidak usah khawatir vaksin-vaksin ini terbukti aman. Jangan sampai terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” jelas Budi.

    Dalam kesempatan yang sama dia juga mengabarkan per Minggu (21/11/2021) sudah ada 225 juta dosis yang diberikan. Untuk dosis pertama kepada 134,5 juta orang dan 89,3 juta orang mendapatkan vaksinasi lengkap.

    Sementara stok vaksin total keseluruhannya adalah 287 juta dosis. Jumlah yang telah didistribusikan sebanyak 273 juta dosis.

    “Stok vaksin kita ada 287 juta dosis, 273 juta sudah dikirim ke daerah, 50 juta stok vaksin cukup satu bulan,” kata Budi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.