Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Meninggal, Data Pribadi di Medsos & Ecommerce Bisa Dihapus?
    Insight News

    Meninggal, Data Pribadi di Medsos & Ecommerce Bisa Dihapus?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2023Updated:6 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada banyak orang yang data pribadinya tersimpan seperti di media sosial atau platform e-commerce atau layanan lain. Namun bagaimana nasib data itu jika penggunanya meninggal?

    SVP Group Head of Data Protection and Privacy Office GoTo – Leny Suwardi menjelaskan pemrosesan data pribadi pengguna di perusahaan itu berdasarkan consent atau persetujuan pengguna. Jadi kalau belum ditarik, GoTo tidak tahu kondisi pengguna.

    “Jadi misalnya ada user sudah meninggal dunia tidak dilaporkan tidak punya informasi yang jelas. Jadi datanya tetap terproses seperti biasa,” kata Leny dalam Konferensi Pers Peringatan World Data Privacy Day 2023, Jakarta, Senin (6/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun dia menjelaskan bisa saja melaporkan keadaan pengguna. Misalnya ini terjadi jika pengguna tidak mau menggunakan layanan GoTo lagi, akan ditindaklanjuti hingga akhirnya bisa dihapus secara permanen.

    “Kalau misalnya ada laporan ada beberapa user tidak mau pakai Gojek dan Tokopedia laporan ke CS akan dicek record lagi. Nantinya sesuai peraturan kami isolated jangka waktu lima tahun, lalu melakukan penghapusan secara permanen,” jelasnya.

    Dia menegaskan pemrosesan data berdasarkan persetujuan pengguna. Jadi bila ditarik persetujuan itu, akan dihentikan pemrosesannya.

    “Secara prinsip, dasar pemrosesan data pribadi berdasarkan persetujuan. Ketika ditarik pasti akan berhentikan,” ungkap Leny.

    Dalam kesempatan itu, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan kesulitan mengakses akun orang yang meninggal adalah terkait password. Sebab platform tak akan memberikan data pribadi termasuk kata sandi penggunanya.

    “Harus punya surat wasiat, harus kasih siapa termasuk sosial media kasih siapa. Password kalau enggak dikasih enggak ada yang tahu. Kalau platform tidak akan kasih. Paling di-freeze ga bisa ditambah dikurang,” jelas Semuel.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Hacker Bjorka Bisa Gentar, DPR-Kominfo Siapkan Senjata Ampuh

    (dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.