Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Mengenal Prosedur Sedot Lemak, Benarkah Bisa Picu Kematian?
    Inspiring You

    Mengenal Prosedur Sedot Lemak, Benarkah Bisa Picu Kematian?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman27 November 2023Updated:27 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Aktris Indonesia, Nanie Darham, meninggal dunia akibat dugaan menjadi korban malpraktik tindakan operasi sedot lemak di Jakarta, Selasa (21/11/2023) lalu.

    Melansir dari CNN Indonesia, pemeran film Air Terjun Pengantin itu sebelumnya telah melakukan konsultasi pertama untuk tindakan sedot lemak pada 6 Oktober 2023. Kemudian, Nanie kembali melakukan konsultasi kedua pada 12 Oktober 2023.

    Pada 21 Oktober 2023, Nani dijadwalkan untuk melaksanakan operasi di Klinik TC, Jakarta Selatan. Saat operasi berlangsung, kondisi perempuan berusia 37 tahun tersebut mendadak tidak stabil dan dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, ia meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju IGD.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hingga saat ini, pihak kepolisian sedang menunggu hasil autopsi jenazah Nanie Darham di Rumah Sakit Polri.

    Apa itu operasi sedot lemak?

    Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), sedot lemak atau liposuction adalah prosedur pembedahan yang menggunakan teknik penyedotan untuk menghilangkan lemak di area tertentu, seperti perut, paha, hingga lengan dalam waktu singkat.

    Biasanya, tindakan bedah ini menjadi pilihan untuk menghilangkan lemak yang sulit diatasi dengan diet dan berolahraga, serta memperoleh estetika tubuh yang diinginkan.

    Dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi, Dr. dr. Irena Sakura Rini, mengatakan bahwa risiko operasi sedot lemak yang mungkin dialami oleh pasien terbagi atas tiga klasifikasi, yakni risiko ringan, sedang, hingga berat.

    “Tentu saja semua resiko itu diupayakan seminimal mungkin. Bahkan kalau bisa, risikonya nol,” tegas dr. Sakura kepada CNBC Indonesia, Senin (27/11/2023).

    “Ya, (kematian) itu salah satu resiko terberat,” ujar dr. Sakura ketika dikonfirmasi terkait operasi sedot lemak dapat berisiko menyebabkan kematian pasien.

    Menurut dr. Sakura, beberapa potensi risiko akibat operasi sedot lemak adalah gangguan organ, mati rasa temporer atau sementara di area sekitar penyedotan lemak, kulit menjadi kendur, emboli lemak, hingga keracunan anestesi atau obat bius dari tingkat rendah hingga berat.

    Sementara itu, mengutip dari WebMD, sejumlah risiko lain yang dapat muncul setelah operasi sedot lemak adalah pendarahan; komplikasi dari anestesi; infeksi; hingga kerusakan saraf, pembuluh darah, dan otot.

    Berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, biaya yang perlu dikeluarkan untuk operasi sedot lemak di Indonesia cukup beragam, yakni mulai dari Rp15 juta hingga lebih dari Rp70 juta, tergantung tingkat kesulitan dan hasil yang ingin didapatkan pasien. 

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.