Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mengenal Deepfake yang Minta Tentara Ukraina Buang Senjata
    Insight News

    Mengenal Deepfake yang Minta Tentara Ukraina Buang Senjata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Maret 2022Updated:19 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang Rusia dan Ukraina bukan hanya diramaikan dengan perang siber, namun juga sebaran video deepfake. Lalu apa sebenarnya deepfake?

    BBC melaporkan deepfake memungkinkan pengguna untuk menganimasikan foto lama. Tool ini juga telah digunakan oleh banyak perusahaan, salah satunya adalah MyHeritage lewat fitur LiveStory yang memungkinkan suara untuk ditambahkan, dikutip Jumat (18/3/2022).

    Namun deepfake tak sepenuhnya diterima di masyarakat dunia. Sebab ada yang menggunakannya untuk tindakan negatif.

    Misalnya jaringan TV Korea Selatan, MBN mengumumkan menggunakan pembaca berita palsu Kim Joo Ha. Reaksi penonton pun terbelah, ada yang terkesan dengan tampilannya yang begitu realistis dan sebagian khawatir Kim Joo Ha asli akan kehilangan pekerjaannya.

    Selain itu ada juga yang menggunakannya untuk pornografi. Tujuan lain juga ada yang bertujuan untuk mengirimkan pesan satir.

    Sementara untuk tujuan politik masih relatif jarang. Sebelumnya presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama juga pernah dibuat versi deepfakenya.

    Terkait perang Rusia dan Ukraina, video deepfake Presiden Ukraina Volodymy Zelensky muncul. Video itu menampilkan Zelensky seolah berbicara mengenai menyerah pada Rusia.

    Zelensky palsu itu meminta masyarakat Ukraina meletakkan senjata mereka. BBC menuliskan jika kepalanya tampil terlalu besar dan pixel dalam gambar lebih banyak daripada tubuhnya, serta suaranya terdengar lebih dalam.

    Dalam unggahan di akun Instagram, Zelensky mengatakan video tersebut sebagai ‘provokasi anak-anak’. Pusat Komunikasi Strategis Ukraina juga telah memperingatkan pemerintah Rusia mungkin akan menggunakan deepfake untuk meyakinkan Ukraina agar menyerah.

    Meta dan Youtube telah mengumumkan menghapus video deepfake tersebut dari masing-masing platform.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.