Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mengejutkan, Begini Efek China Perangi Polusi Hingga Dipuji
    Insight News

    Mengejutkan, Begini Efek China Perangi Polusi Hingga Dipuji

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 September 2023Updated:2 September 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Laporan tahunan Air Quality Life Index oleh Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago memuji keberhasilan China dalam mengatasi polusi. Dalam laporan yang sama, Air Quality Life Index menyebutkan bahwa rata-rata usia masyarakat China akan lebih panjang sekitar 2,2 tahun berkat kualitas udara yang mulai membaik.

    Melansir dari CNN Internasional, tingkat polusi secara global dilaporkan sedikit menurun dari tahun 2013 hingga 2021.

    Menurut laporan Air Quality Life Index, hal ini salah satunya berkat keberhasilan China dalam mengatasi polusi. Sebab, tanpa perbaikan yang dilakukan oleh China, rata-rata polusi dunia diklaim akan meningkat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya, kota-kota China selalu mendominasi peringkat global sebagai kualitas udara terburuk di dunia. Pada 2021, Beijing sempat mencatat kualitas udara bulanan terbaik sejak 2013.

    “Warna biru Beijing secara bertahap menjadi norma baru kita,” kata Menteri Lingkungan China saat itu, dikutip Sabtu (2/9/2023).

    Kemajuan tersebut diklaim mampu dicapai China karena pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama untuk berusaha keras melawan polusi.

    Sebagai contoh, laporan tersebut menyebutkan bahwa sejak 2014, pemerintah China telah membatasi jumlah mobil di jalanan kota-kota besar, melarang pembangunan pembangkit listrik batubara baru di daerah yang paling tercemar, mengurangi emisi atau menutup pabrik-pabrik yang sudah ada, dan mengurangi aktivitas industri yang tingkat polusinya tinggi, seperti pembuatan besi dan baja.

    “Pada dasarnya, dasar dari tindakan-tindakan tersebut adalah elemen yang sama, yakni kemauan politik dan sumber daya, baik manusia maupun finansial, yang saling memperkuat,” tulis laporan tersebut.

    “Ketika masyarakat dan pembuat kebijakan memiliki elemen ini maka tindakan bakal jauh lebih mungkin terjadi,” lanjut laporan tersebut.

    Namun, laporan ini memperingatkan bahwa masih ada hal yang harus diselesaikan Negeri Tirai Bambu itu. Sebab, China masih menjadi negara paling tercemar ke-13 di dunia. Polusi partikulat di Beijing diklaim masih 40 persen lebih tinggi daripada di wilayah paling tercemar di Amerika Serikat (AS).

    Menurut laporan tersebut, meskipun tingkat polusi partikulat di China sesuai dengan standar nasionalnya, mereka secara signifikan melampaui pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Sementara itu, berbeda dengan China, di beberapa tempat lain situasi udara malah semakin memburuk.

    Asia Selatan kini disebut sebagai ‘pusat polusi global’. Sebab, empat negara di Asia Selatan, yakni Bangladesh, India, Nepal, dan Pakistan yang secara kolektif mencakup hampir seperempat populasi dunia, memiliki kualitas udara yang sangat buruk.

    Di masing-masing negara ini, rata-rata penduduk kehilangan lima tahun dari usia hidup mereka akibat polusi. Beban tersebut bahkan lebih tinggi di daerah-daerah yang paling tercemar.


    Artikel Selanjutnya


    Beda sama Anies, Bos Startup: Mobil Listrik Harus Banyak

    (dce)


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.