Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menakjubkan! Ilmuwan Temukan Samudera Raksasa di Bawah Bumi
    Insight News

    Menakjubkan! Ilmuwan Temukan Samudera Raksasa di Bawah Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 April 2024Updated:9 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Samudera dengan ukuran yang sangat besar telah ditemukan. Lokasinya jauh di bawah permukaan bumi.

    Melansir detikTravel, sejumlah ilmuwan dari Northwestern University di Evanston, Illinois, menemukan samudera bawah tanah yang berada di sekitar 700 km dari permukaan bumi.

    Sumber air bawah tanah tersebut, diduga berukuran raksasa. Bahkan, ukurannya diprediksi tiga kali lebih besar dari seluruh lautan di bumi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penemuan ini terjadi ketika para ilmuwan sedang dalam pencarian untuk menemukan sumber air di bumi. Saat itulah mereka menemukan samudra yang tersembunyi jauh di dalam mantel bumi.

    Samudera raksasa itu terkunci di dalam ringwoodite, yakni batuan berwarna biru. Samudera tersembunyi itu disebut merubah pemahaman manusia tentang dari mana air di bumi berasal.

    Ukuran besar samudera tersembunyi ini dapat menimbulkan evaluasi ulang terhadap siklus air bumi. Bila hal ini terbukti, pemahaman bahwa air di lautan bumi berasal dari air di inti bumi akan populer.

    “Ini merupakan bukti signifikan yang mendukung gagasan bahwa air bumi berasal dari dalam bumi,” kata peneliti di Northwestern University, Steven Jacobsen, yang memimpin pencarian tersebut, dikutip Selasa (9/4/2024).

    Untuk menemukan keberadaan samudra bawah tanah ini, diperlukan penyebaran jaringan yang luas dari 2 ribu seismograf di seluruh Amerika Serikat. Instrumen itu secara metodis menganalisis gelombang seismik yang dihasilkan oleh lebih dari 500 gempa bumi.

    Ketika gelombang melintasi kedalaman bagian dalam bumi, termasuk intinya, gelombang-gelombang itu melambat ketika bertemu dengan batuan yang lembab. Itu juga yang menandakan keberadaan reservoir air yang luas.

    Jacobsen kemudian menjelaskan pentingnya penahan air di dalam bumi, yakni untuk menjaga air tetap di bawah permukaan bumi. Karena, bila tidak, akan banyak air di permukaan bumi yang membanjiri dataran saat ini.

    Dengan adanya penemuan terobosan ini, para peneliti sangat ingin mengumpulkan data seismik tambahan secara global untuk memastikan prevalensi pencairan mantel bumi. Temuan mereka menjanjikan revolusi pemahaman kita tentang siklus air di Bumi, menawarkan perspektif baru tentang salah satu proses fundamental planet ini.




    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.