Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Megatsunami Setinggi 200 Meter Hantam Greenland, Ilmuwan Teriak Kiamat
    Insight News

    Megatsunami Setinggi 200 Meter Hantam Greenland, Ilmuwan Teriak Kiamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 September 2024Updated:14 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Megatsunami terjadi di wilayah Greenland. Namun kejadian itu baru diketahui setahun setelah insiden berlangsung, yakni pada September 2023.

    Megatsunami itu terjadi karena tanah longsor di Fjord Greenland. Akibatnya memicu gelombang air setinggi 200 meter, dikutip dari IFL Science, Jumat (13/9/2024).

    Kejadian megatsunami cukup mengejutkan karena tidak diketahui secara langsung. Bahkan para peneliti kebingungan dengan aktivitas tersebut, dan hanya mengetahui sedikit informasi saja.

    “Saat kami mulai petualangan ilmiah, semua orang bingung dan tidak ada seorangpun yang paham,” ujar Kristian Svennevig dari Survei Geologi Denmark dan Greenland.

    Dia melanjutkan, “kami hanya tahu kaitannya dengan tanah longsor. Kami berhasil memecahkan teka-teki ini lewat upaya interdisipliner dan internasional yang besar”.

    Dalam sebuah makalah baru oleh Svennevig dan timnya, terungkap gelombang megatsunami terjadi selama seminggu. Dilaporkan gelombang megatsunami tegak lurus dengan arah tsunami awal.

    Menurut mereka, longsor kemungkinan terjadi karena ‘kiamat’ perubahan iklim. Karena adanya perbedaan suhu ekstrem musim panas dan musim dingin, musim semi jadi waktu longsor di Greenland.

    Bukan hanya itu, ada beberapa hal yang berkontribusi pada longsor. Mulai dari lapisan es yang mencair, kurangnya penopang es dan perubahan pola presipitasi.

    Dari perhitungan para peneliti, setidaknya 25 juta meter kubik batu dan es jatuh dari lereng 45 derajat sepanjang 600-900n meter ke samping Fjord. Sebagai perbandingan, volumenya hampir dua kali lipat bangunan terbesar dunia, pabrik Boeing Everett.

    Citra satelit juga mengungkapkan adanya empat longsoran baru dan satu longsoran lain.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Terungkap! Sebab Bisnis & Adopsi Teknologi 5G RI Masih Loyo





    Next Article



    Bicara Tanda Kiamat Makin Dekat, Bill Gates Sebut Indonesia



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.