Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Media Sosial Mau Diberi Label Bahaya seperti Rokok
    Insight News

    Media Sosial Mau Diberi Label Bahaya seperti Rokok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Juni 2024Updated:24 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak pihak yang berupaya memikirkan solusi meminimalisasi dampak buruk penggunaan media sosial. Salah satunya Kepala Asosiasi Dokter Amerika Serikat (Surgeon General) Vivek Murthy yang meminta agar ada label bahaya seperti rokok ada di tiap platform tersebut.

    Label itu diharapkan dapat menjadi alat untuk membuat pengguna sadar soal ancaman kesehatan mentalnya karena menggunakan penggunaan media sosial, tulisnya dalam sebuah artikel opini di surat kabar New York Times.

    Dia mengatakan label bahaya memang tidak cukup. Namun diharapkan pelabelan itu bisa menciptakan kesadaran dan perubahan perilaku, sama seperti konsumsi rokok dan produk tembakau lain.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Murthy mendorong label wajib dicantumkan di AS. Kongres AS harus menerbitkan aturan tersebut untuk media sosial.

    “Ini waktunya untuk kewajiban pencantuman label peringatan surgeon general di platform media sosial, menyatakan bahwa media sosial berdampak pada ancaman kesehatan mental di anak dan remaja,” kata Murthy seperti dikutip oleh Reuters.

    Reuters menuliskan Tiktok, Snap, dan Meta yang merupakan pemilik Facebook serta Instagram tak memberikan respon terhadap permintaan Murthy.

    Sebelumnya Senator AS telah memanggil ketiga bos perusahaan itu bersama bos media sosial X dan aplikasi chat Discord pada awal tahun ini. Pertemuan tersebut membahas keselamatan anak di internet.

    Dalam kesempatan itu, Lindsey Graham selaku salah satu senator juga melancarkan tuduhan para bos media sosial tidak bisa melindungi anak dari predator seksual.

    Di beberapa wilayah AS juga telah ditetapkan regulasi terkait media sosial dan kesehatan anak. Tujuannya untuk melindungi anak dari dampak seperti depresi dan cemas.

    Salah satunya New York yang menerbitkan aturan melarang platform media sosial menggunakan algoritma yang adiktif pada pengguna berusia di bawah 18 tahun tanpa persetujuan orang tua.

    Sementara gubernur Florida Ron DeSantis melarang anak di bawah usia 14 tahun untuk menggunakan media sosial. Mereka yang berusia 14 dan 15 tahun diwajibkan memiliki persetujuan orang tua untuk bisa menggunakannya.



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.