Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Matahari Bergerak Menjauhi Bumi, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya
    Insight News

    Matahari Bergerak Menjauhi Bumi, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Juli 2024Updated:30 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Jarak antara Matahari dan Bumi selalu berubah-ubah. Ternyata seiring berjalannya waktu, Bumi kian menjauh dengan Matahari.

    Rata-rata, NASA mencatat jarak keduanya adalah 150 juta kilometer. Namun dengan bentuk orbit yang oval jadi kisaran jaraknya adalah 147,1 juta hingga 152,1 juta km.

    Dalam artikel yang dipublikasikan di live Science tahun 2022 lalu, salah satu penyebab jarak yang menjauh dengan Bumi karena massa Matahari yang menghilang.

    Energi yang terus dihasilkan Matahari membuatnya kehilangan massa. Astronom di Universitas California Santa Cruz, Brian DiGiorgio mengatakan Matahari kehilangan 0,1% total massa sebelum akhirnya mati.

    Angka 0,1% mungkin terdengar kecil. Namun sebenarnya, DiGiorgio mengatakan itu jumlah yang sangat besar.

    “Jumlah massanya hampir sama dengan Jupiter,” kata dia, dikutip dari Live Science, Selasa (30/7/2024).

    Alasan lain terkait jarak Matahari dan Bumi adalah terkait gaya pasang surut. Konsepnya hampir seperti gravitasi Bulan yang menyebabkan pasang surut.

    Yakni gravitasi Bumi akan menarik bagian sisi Matahari yang menghadap planet ini. Profesor Fisika dan Astronomi di Beloit College Wisconsin, Britt Scharringhausen mengatakan membuat ‘tonjolan pasang surut’ pada Matahari.

    Inilah yang menjadi alasan menjauhnya jarak dua objek tersebut. Dia mengatakan massa tonjolan akan membuat Matahari terdorong kian menjauh dari Bumi.

    DiGiorgio memperkirakan pertambahan jarak Bumi-Matahari mencapai 0,2% selama lima tahun ke depan. Salah satu dampaknya adalah cahaya Matahari yang kian meredup.

    Meski begitu angkanya tak terlalu besar. Dia mencatat sekitar 0,4% energi Matahari yang ada di permukaan Bumi.

    “Ini relatif kecil dari normal kecerahan Matahari yang terjadi karena orbit Bumi yang oval. Jadi tidak perlu khawatir,” ungkap DiGiorgio.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Peluang Bisnis Kursus Bahasa Online Dengan Metode Blended Learning





    Next Article



    Penampakan Tangan Hantu di Antariksa Temuan NASA



    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.