Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mata-matai Data Pengguna AS, Karyawan TikTok Dipecat!
    Insight News

    Mata-matai Data Pengguna AS, Karyawan TikTok Dipecat!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Desember 2022Updated:23 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – ByteDance, perusahaan induK TikTok, mengatakan bahwa beberapa karyawan yang mengakses data pengguna TikTok telah dipecat.

    Perusahaan menyebut karyawan tersebut telah membuka akses data dua jurnalis asal Amerika Serikat (AS), wartawan BuzzFeed dan Financial Times.

    Hal tersebut terungkap dari sebuah email yang dilihat oleh Reuters, dikutip Jumat (23/12/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan gagal menyelidiki kebocoran informasi yang terjadi pada awal tahun ini.

    Karyawan tersebut melihat alamat IP jurnalis yang mencoba mengetahui apakah mereka berada di lokasi yang sama dengan karyawan yang diduga membocorkan informasi rahasia.

    Pengungkapan tersebut, yang dilaporkan sebelumnya oleh New York Times, dapat menambah tekanan yang dihadapi TikTok dari anggota parlemen dan pemerintahan Biden atas masalah keamanan tentang data pengguna AS.

    Seseorang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut mengatakan empat karyawan ByteDance yang terlibat dalam insiden tersebut dipecat, termasuk dua di China dan dua di Amerika Serikat.

    Pejabat perusahaan mengatakan mereka mengambil langkah tambahan untuk melindungi data pengguna.

    Kongres akan mengesahkan undang-undang minggu ini untuk melarang pegawai pemerintah AS mengunduh atau menggunakan TikTok di perangkat milik pemerintah mereka dan lebih dari belasan gubernur telah melarang pegawai negara bagian menggunakan TikTok di perangkat milik negara.

    The Financial Times mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa memata-matai wartawan, mengganggu pekerjaan mereka atau mengintimidasi adalah tindakan yang tidak bisa diterima.

    “Kami akan menyelidiki cerita ini lebih lengkap sebelum memutuskan tanggapan formal kami,” kata mereka.

    Sementara juru bicara BuzzFeed News Lizzie Grams mengatakan perusahaan sangat terganggu oleh laporan tersebut, dengan mengatakan itu menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap privasi dan hak jurnalis, serta pengguna TikTok.

    Forbes melaporkan ByteDance telah melacak beberapa jurnalis Forbes termasuk yang sebelumnya bekerja di BuzzFeed sebagai bagian dari kampanye pengawasan rahasia yang bertujuan menemukan sumber kebocoran.

    Randall Lane, chief content officer Forbes, menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap gagasan pers bebas dan peran kritisnya dalam demokrasi yang berfungsi.

    Kepala Eksekutif TikTok Shou Zi Chew mengatakan dalam email terpisah kepada karyawan yang dilihat oleh Reuters bahwa “pelanggaran seperti itu sama sekali tidak mewakili prinsip perusahaan kami.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jangan Pernah Upload Konten Ini di Tiktok, Kena Take Down

    (wia)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.