Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mata-Mata Biden Ungkap Alasan TikTok Harus Diblokir, Ternyata Ini
    Insight News

    Mata-Mata Biden Ungkap Alasan TikTok Harus Diblokir, Ternyata Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Maret 2024Updated:13 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Direktur Lembaga Intelijen Nasional AS, Avril Harines, mengatakan China bisa menggunakan TikTok untuk memengaruhi proses Pemilu 2024 di negara tersebut.

    Hal itu ia sampaikan di depan komite intelijen DPR AS pada Selasa (12/3) waktu setempat. Mulanya, anggota fraksi Demokrat Raja Krishnamoorthi menanyakan apakah Partai Komunis China bisa menggunakan TikTok untuk memengaruhi pesta demokrasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita tak bisa mengesampingkan Partai Komunis China bisa menggunakannya [TikTok],” kata Haines, dikutip dari Reuters, Rabu (13/3/2024).

    Krishnamoorthi bersama dengan Mike Gallagher dari Partai Republik pada pekan lalu mengajukan aturan untuk memberikan pilihan bagi TikTok. Layanan tersebut harus lepas dari induk ByteDance atau diblokir di AS.

    Jika aturan ini disepakati parlemen, Presiden AS Joe Biden mengatakan siap menandatanganinya. TikTok pun diberi waktu 6 bulan untuk menentukan pilihan.

    DPR AS harus mengumpulkan suara kesepakatan dari dua per tiga anggota parlemen untuk melanjutkan aturan tersebut ke Biden.

    Laporan dari Komitas Intelijen AS berjudu ‘Annual Threat Assesment 2024’ yang dirilis awal pekan ini menyebut pemerintah China menyebar propaganda yang menargetkan kandidat dari Demokrat dan Republik pada siklus Pemilu midterm anggota dewan pada 2022.

    TikTok berulang kali mengatakan layanannya menjaga data privasi pengguna dan tidak menggadainya ke pemerintah China.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur FBI Cristopher Wray juga mengungkapkan bahaya TikTok bagi keamanan nasional.

    “Warga Amerika harus bertanya kepada diri mereka sendiri, apakah rela menyerahkan data pribadi ke pemerintah China,” kata dia.




    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.