Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Masih Positif Covid-19 Usai 14 Hari? Ini Penjelasan Ahli Paru
    Insight News

    Masih Positif Covid-19 Usai 14 Hari? Ini Penjelasan Ahli Paru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Maret 2022Updated:3 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meski sudah dua tahun menghadapi pandemi, masih banyak masyarakat yang sering kebingungan terkait Covid-19. Salah satunya hasil positif yang masih terlihat walaupun sudah lewat 14 hari sejak melakukan isolasi.

    Ini menjadi pertanyaan, apakah orang tersebut sudah sembuh atau masih bisa menularkan virus kepada orang lain?

    Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengatakan dalam 10-14 hari sebenarnya virus sudah tidak akan menularkan lagi.

    “Virus SARS-CoV-2 setelah 10 hari-14 hari sudah tidak infectious atau menular, tidak aktif lagi,” kata Erlina dalam workshop online beberapa waktu lalu.

    Erlina mengatakan, DNA virus yang terdeteksi membuat hasil tes masih menunjukkan positif. Alat deteksi bisa mengenali DNA virus namun tidak mengetahui apakah virus masih aktif atau tidak.

    “Kita tahu dari penelitian terpisah setelah 10-11 hari seterusnya, isolat yang ditemukan inactivated,” jelasnya.

    Kebingungan lain adalah terkait komponen CT Value. Sejumlah masyarakat mengatakan jika mencapai sebuah angka, maka pasien tidak akan menularkan virus Covid-19 lagi.

    Namun sebenarnya menurut Erlina, tidak perlu mempermasalahkan terkait CT Value. Sebab komponen tersebut tidak menunjukkan penularan virus.

    Dia menambahkan, saat DNA Virus terdeteksi banyak dan menyebabkan CT Value menjadi bernilai rendah.

    Oleh karena itu, Erlina mengatakan tak perlu lagi menjadi CT Value menjadi patokan. Dia menambahkan komponen yang harus jadi penilaian adalah jarak waktu sejak gejala Covid-19 dirasakan pasien.

    “CT Value sudah tidak patokan, jadi patokan lama atau durasi gejala kemudian juga klinis dan keluhannya bagaimana,” kata Erlina.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.