Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Masih Menolak Divaksin Covid-19, Berani Baca Berita ini?
    Insight News

    Masih Menolak Divaksin Covid-19, Berani Baca Berita ini?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 April 2022Updated:26 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meski program vaksinasi Covid-19 telah diselenggarakan secara masif di seluruh dunia, bukan berarti semua orang mau divaksin. Ternyata mereka yang menolak divaksin membahayakan orang lain.

    Studi yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal menyebutkan mereka yang tidak divaksinasi mengancam keselamatan orang lain dan telah mendapatkan vaksin Covid-19.

    “Kita benar-benar cenderung lupa bahwa kita berada dalam pandemi penyakit menular, artinya tindakan kita memengaruhi orang-orang di sekitar kita,” kata rekan penulis studi serta profesor epidemiologi University of Toronto, David Fisman, dikutip dari Global News, Senin (25/4/2022).

    Penelitian itu menyebutkan manusia cenderung berinteraksi dengan orang lain yang sama seperti mereka. Fisman mengatakan hal yang serupa, mereka bergaul dengan yang seumuran dan sesama jenis.

    “Itu juga sangat penting dalam hal keputusan orang untuk divaksinasi pada Covid-19,” kata dia.

    Dari penelitian tersebut terlihat serangan pada mereka yang telah divaksinasi paling tinggi saat bersama secara acak dalam sub-populasi yang tidak divaksinasi. Mereka paling rendah saat dikelilingi orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Sementara pada yang tidak divaksinasi, serangan paling rendah saat berada dalam sub-populasi yang divaksinasi. Fisman mengatakan saat itu, risiko orang yang tidak divaksinasi menurun.

    “Saat Anda banyak berbaur antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi, risiko orang yang tidak divaksinasi sebenarnya turun,” jelasnya. “Orang yang divaksinasi menjadi penyangga saat memiliki banyak campuran dan risiko orang yang divaksinasi naik”.

    Oleh karena itu, dia mengatakan hal ini menjadi aksi kolektif. Fisman menjelaskan sistem penyakit menular semua orang terhubung dan harus mengandalkan kesehatan masyarakat.

    “Keputusan untuk divaksinasi tidak bisa dibingkai hanya sebagai masalah pilihan pribadi karena berimplikasi hanya sebagai masalah pilihan pribadi karena implikasi pada keselamatan orang lain di masyarakat,” jelas Fisman.

    Informasi saja, mereka yang sudah divaksin Covid-19 bukan berarti kebal Covid-19. Mereka masih bisa terinfeksi tetapi risiko dirawat inap di Rumah Sakit dan meninggal menjadi lebih rendah ketimbang mereka yang belum divaksin.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.