Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mark Zuckerberg Mendadak Lebih Miskin Rp 291 Triliun, Segini Hartanya
    Insight News

    Mark Zuckerberg Mendadak Lebih Miskin Rp 291 Triliun, Segini Hartanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2024Updated:30 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kekayaan bos Meta Mark Zuckerberg mendadak turun drastis hingga US$18 miliar (Rp 291 triliun). Ini membuat kekayaannya merosot menjadi US$152 miliar (Rp 2.470 triliun) pada Kamis (25/4) pekan lalu.

    Penurunan tersebut masih lebih kecil dibandingkan Oktober 2022. Saat itu, kekayaan bersihnya anjlok hingga US$100 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penurunan kekayaannya jatuh setelah Zuckerberg mengungkapkan perusahaan akan menghabiskan miliar dolar untuk berinvestasi dalam berbagai bidang. Termasuk untuk kecerdasan buatan dan metaverse, dua teknologi yang jadi fokus perusahaan selama beberapa tahun terakhir.

    “Secara historis, kami melihat banyak volatilitas dalam saham selama fase pedoman produk kami ini, di mana kami berinvestasi dalam mengembangkan produk baru namun belum menghasilkan uang,” kata Zuckerberg, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (29/4/2024).

    Tahun ini, Meta mengungkapkan akan belanja modal sebesar US$35 miliar hingga US$40 miliar (Rp 567 triliun-Rp 648,4 triliun). Jumlahnya meningkat dari perkiraan sebelumnya.

    Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang jadi teknologi yang dikembangkan hampir semua teknologi sejak dua tahun terakhir. Khususnya setelah ChatGPT, chatbot milik OpenAI begitu populer di kalangan masyarakat.

    Meta sendiri telah mengembangkan chatbotnya bernama Meta AI. Kini Chatbot tersedia untuk Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

    Chatbot itu sempat diujicoba untuk pengguna India dan sebagian Afrika pada September 2023. Untuk sekarang, Meta memperluasnya ke pengguna Amerika Serikat (AS), Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

    Sementara Metaverse adalah teknologi yang membuat Meta merubah namanya dari sebelumnya Facebook. Namun hasilnya tak terlalu memuaskan, karena divisi Reality Labs mencatatkan total kerugian hingga US$45 miliar (Rp 729,4 triliun) sejak 2020.



    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.