Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Ungkap Modusnya
    Insight News

    Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Ungkap Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Agustus 2023Updated:20 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indoesia – Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dengan penipuan dengan modus baru yakni melalui kiriman undangan di aplikasi pesan Whatsapp. Para penipu itu memberikan file undangan digital pernikahan yang harus diunduh namun ternyata file tersebut merupakan file (.apk).

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) angkat suara perihal maraknya penipuan ini. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan para penipu itu akan membuat akun rekening, yang menurut hasil investigasi rekening tersebut dibuat oleh orang lain.

    Semuel menjelaskan setelah rekening tersebut jadi, orang tersebut akan diberi uang dan rekening akan ada di tangan penipu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ditemui di lapangan, mereka menggunakan orang lain untuk mendaftar (rekening) habis itu kasih upah, habis itu akun bank mereka ambil,” jelas Semuel, dikutip Minggu (20/8/2023).

    Berikut beberapa modus penipuan yang bisa menguras rekening korbannya:

    1. Tawaran Menggiurkan

    Semuel juga menjelaskan salah satu ciri penipuan adalah adanya tawaran yang tidak masuk akal atau bombastis. Misalnya menawarkan harga ponsel yang jauh lebih murah dari harga pasar.

    “Jangan terkecoh tawaran-tawaran tidak masuk akal, harga HP tadinya Rp 10 juta bisa dengan saya Rp 2 juta. Sudah pasti scam,” kata Semuel dalam acara Cek Rekening Dulu Transaksi Kemudian, beberapa waktu lalu.

    2. Telepon, Chat, atau SMS Tidak Jelas

    Ciri kedua yang dijelaskan Semuel adalah adanya pesan tidak jelas dari orang yang tidak dikenal. Ini bisa berupa telepon, WhatsApp maupun SMS.

    “Contoh kan undangan, yang kirim undangan enggak dikenal, yang nikah enggak kenal. Kekepoan masyarakat main klik aja,” jelasnya.

    3. Penipuan Social Engineering

    Cara terakhir adalah dengan social engineering. Para penipu akan menggunakan kelemahan korbannya untuk bisa melakukan kejahatannya.

    “Menggunakan social engineering, kelemahan-kelemahan kita,” kata Semuel.



    Artikel Selanjutnya


    Mahfud MD Lantik 4 Pejabat Kominfo Besok, Ini Posisinya

    (fsd/fsd)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.