Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Rp 1.700 Triliun Titip Pesan Menohok ke Warga RI
    Insight News

    Manusia Rp 1.700 Triliun Titip Pesan Menohok ke Warga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Juli 2024Updated:8 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Google, Microsoft, dan Amazon sedang berlomba mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk digunakan di seluruh dunia. Di tengah persaingan para raksasa, Indosat menyatakan bahwa Indonesia harus memiliki infrastruktur AI yang berdaulat.

    CEO PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo Hutchison) Vikram Sinha bercerita soal percakapannya dengan CEO Nvidia Jensen Huang soal Indonesia. Chip buatan Nvidia kini diperebutkan oleh raksasa teknologi dunia karena merupakan kunci dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

    Lonjakan permintaan atas chip buatan Nvidia, membuat harga saham perusahaan tersebut meroket dan membuat harta kekayaan Huang menggelembung menjadi US$ 107,5 miliar (Rp 1.740 triliun).

    “Awal tahun ini saya bertemu dengan Jensen, apa yang saya dapat dari dirinya adalah fokusnya kepada satu hal. Ia ingin agar setiap negara membangun sendiri infrastruktur berdaulat [sovereign infrastructure]. Ini yang membuatnya unik dari apa yang dibicarakan oleh Google, Microsoft, dan Amazon,” kata Vikram dalam acara Tech and Telco Forum 2024, Jumat (5/7/2024).




    Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dalam Tech & Telco Forum 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta, Jumat (5/7/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

    Vikram mengaku bahwa awalnya ia tidak memahami maksud Huang soal infrastruktur berdaulat. Namun, kini ia memahami konsep tersebut dan kenapa sangat penting, termasuk untuk Indonesia.

    “Saya membutuhkan 3 bulan untuk betul-betul paham apa maksudnya berdaulat [sovereign].” katanya. “Apa yang ingin saya sampaikan untuk Indonesia, sangat penting untuk membangun infrastruktur berdaulat. Untuk Indonesia, di Indonesia, oleh Indonesia. Semuanya sebagai satu kesatuan.”

    Dia menjelaskan bahwa peran AI dan digitalisasi bakal makin penting. Oleh karena itu, semua perangkat dan infrastruktur yang terkoneksi satu sama lain harus dilindungi.

    “Kita harus fokus bekerja untuk memastikan keamanan, proteksi, dan kedaulatan infrastruktur,” kata Vikram. “Di Indosat, kami sangat fokus untuk memastikan kami berinvestasi menciptakan infrastruktur berdaulat.

    Vikram menegaskan aturan soal pengembangan AI harus jelas. Indosat ingin memastikan bahwa pengembangan ekosistem AI harus untuk kebaikan Indonesia dan rakyat Indonesia. Kemudian, Indosat juga ingin memastikan bahwa pengembangan teknologi AI berguna untuk partner lokal.

    Saksikan video di bawah ini:

    Sosok Orang Terkaya Baru Pengganti Elon Musk, Penggemarnya Membludak





    Next Article



    Video: Indosat Gandeng Nvidia Ciptakan Infrastruktur AI di Indonesia



    (dem/dem)

    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.