Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manajemen Grab Tegaskan Tak Ikut Tren PHK Massal
    Insight News

    Manajemen Grab Tegaskan Tak Ikut Tren PHK Massal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 September 2022Updated:25 September 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Grab, perusahaan transportasi dan pengiriman makanan terbesar di Asia Tenggara, menegaskan tidak memiliki rencana melakukan PHK massal seperti yang dilakukan beberapa pesaing. Alih-alih memangkas karyawan, manajemen memilih melakukan rekrutmen selektif, sambil membatasi ambisi layanan keuangannya.

    Chief Operating Officer (CEO) Grab Alex Hungate mengatakan bahwa sejak awal tahun ini, Grab telah khawatir tentang resesi global dan sangat berhati-hati dan bijaksana melakukan perekrutan apa pun. Sebagai hasilnya, Grab tidak sampai pada titik “putus asa” dalam perekrutan, pembekuan status karyawan atau PHK massal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekitar pertengahan tahun, kami melakukan semacam reorganisasi khusus, tetapi saya tahu perusahaan lain telah melakukan PHK massal, jadi kami tidak melihat diri kami dalam kategori itu,” kata Hungate dikutip dari Reuters, Minggu (25/9/2022).

    Grab saat ini memilih merekrut untuk SDM dalam data sains, teknologi pemetaan, dan bidang khusus lainnya. Meski masih membuka lowongan, Hungate mengatakan setiap perekrutan adalah keputusan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

    “Anda ingin memastikan bahwa kami menghemat modal. Rintangan untuk merekrut pasti telah meningkat,” sambungnya.

    Grab yang berusia satu dekade, nama terkenal di Asia Tenggara, memiliki sekitar 8.800 staf pada akhir tahun 2021. Seperti para pesaingnya, Grab telah diuntungkan dari ledakan layanan makanan selama pandemi Covid-19, sementara layanan transportasi online mengalami penurunan.

    Saat ekonomi terbuka, permintaan pengiriman makanan melunak sementara ride-hailing belum sepenuhnya pulih. Valuasi teknologi juga telah turun secara dramatis dan inflasi, pertumbuhan yang lebih lambat, dan kenaikan suku bunga telah muncul sebagai risiko.

    Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Shopee, memangkas pekerjaan di berbagai negara dan menutup beberapa operasi di luar negeri setelah induk Sea melaporkan kerugian yang semakin besar dan membatalkan perkiraan e-commerce tahunannya.

    Hungate telah berhasil mengurangi kerugian. Kerugian Grab pada kuartal kedua menyempit menjadi US$572 juta dari US$801 juta setahun sebelumnya. Namun Agustus lalu, Grab memangkas prospek volume barang dagangan kotor untuk tahun ini. Perusahaan mengklaim pemangkasan disebabkan olleh dolar yang kuat dan surutnya permintaan pengiriman makanan.

    Pada bulan yang sama, Grab mengatakan telah menutup lusinan pusat distribusi untuk bahan makanan sesuai permintaan dan menunda peluncuran fasilitas terpusat, yaitu cloud kitchen.

    “Area lain di mana kami benar-benar memperketat niat strategis kami adalah dalam layanan keuangan di mana kami menumbuhkan pembayaran, dompet, dan pinjaman keuangan non-bank cukup signifikan di luar platform dan di platform kami,” kata Hungate.

    Grab mereorganisasi unit fintechnya tahun ini untuk fokus pada area yang lebih menguntungkan. Grab sekarang berfokus pada penjualan produk pinjaman dan asuransi di platformnya kepada pedagang dan pengemudi yang sering bertransaksi dari aliran pendapatan mereka di platform pembayaran Grab.

    “Saat kami melakukan perubahan ini, bauran bisnis akan bergerak ke arah margin yang lebih tinggi,” kata Hungate.

    Grab, yang beroperasi di 480 kota di delapan negara, memiliki lebih dari lima juta pengemudi terdaftar dan lebih dari dua juta pedagang di platformnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Pesan Grab Bike di Cuaca Panas Ekstrem Kena Biaya Tambahan

    (haa/haa)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.