Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Malaysia Diserbu Asing-RI Kena ‘PHP’, Luhut Bilang Begini
    Insight News

    Malaysia Diserbu Asing-RI Kena ‘PHP’, Luhut Bilang Begini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Agustus 2024Updated:24 Agustus 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Daftar Isi



    • Investasi Triliunan Rupiah di Johor

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah terus berupaya mendorong investasi masuk ke Indonesia, termasuk perusahaan teknologi raksasa dunia. Namun, sejumlah raksasa teknologi lebih memilih berinvestasi di Malaysia, Vietnam, dan Singapura dibandingkan di Indonesia.

    Meskipun demikian, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meyakini soal potensi yang ada di Indonesia.

    Google, Microsoft, dan Bytedance diketahui menggelontorkan investasi ke Malaysia belum lama ini. Google mengucurkan dana US$2 miliar untuk pusat data dan wilayah cloud pertama di negara tersebut.

    Sementara Microsoft dengan US$2,2 miliar untuk ekspansi infrastruktur AI. Bytedance memberikan US$2,13 miliar sebagai pembangunan data center di negara tetangga Indonesia itu.

    Luhut menjelaskan perlu ada pembenahan dari dalam. Salah satu kemungkinan adalah kurang agresif untuk mengejar investasi asing masuk ke Indonesia.

    “Kita harus menyelidiki diri kita juga ya. Bahwa mungkin kita kurang agresif untuk mengejar. Tapi menurut saya, yang kasih green energy yang paling bisa di kawasan itu Indonesia,” kata Luhut dalam program Economic Update CNBC Indonesia belum lama ini.

    Luhut mengatakan Indonesia memiliki potensi energi hijau paling andal di kawasan untuk mengembangkan data center AI. Akan ada 58 gigawatt (GW) energi hijau berasal dari hydropower, geothermal, solar panel, serta wind, hingga tahun 2040 mendatang.

    Namun masih belum banyak orang yang mengetahui potensi itu. Pihaknya juga berusaha keras menyebarkan informasi sumber energi hijau di Indonesia.

    “Kemarin saya sudah bilang sama ada satu orang dari Amerika, saya bilang, eh, karena di Virginia rupanya itu mereka punya AI center itu gede banget, dan itu semua green energy. Saya bilang, eh, kamu kalau mau bikin di region ini, look at Indonesia. Karena kami punya, akan segera ini masuk 58 gigawatt green energy. Wow, dia bilang itu banyak. Saya bilang, ya, kita punya geothermal itu 29 gigawatt potensinya,” Luhut menuturkan.

    Luhut juga mengatakan ini semua perlu kerja sama semua pihak. Dengan begitu investor asing mau melirik potensi yang ada di tanah air.

    “Jadi nobody can beat us. Yang penting kita satu. Dan juga jangan pikir ini sudah sempurna. Masih jauh dari sempurna. Nggak akan selesai dikerjakan satu presiden ini. Banyak sekali. Jadi kita harus semua bahu-membahu untuk mencapai ini,” ucap Luhut.

    Investasi Triliunan Rupiah di Johor

    Banyak perusahaan asing yang memilih Malaysia sebagai lokasi data center mereka dibanding Indonesia. Ketua Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma mengatakan Malaysia memberikan banyak insentif untuk pelaku data center. Perusahaan dengan teknologi green juga mendapatkan insentif yang lebih banyak.

    “Kalau di Indonesia, ini memang belum terjadi tapi kalau pemerintah lewat RUU EBT (Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan) yang saat ini sedang digodok di Komisi VII DPR RI berhasil memberikan tambahan insentif dari sisi green initiative, itu akan sangat mendorong tumbuhnya industri data center di Indonesia yang saat ini tumbuh 20-30 persen per tahunnya,” kata Hendra dalam Profit di CNBC Indonesia, beberapa saat lalu.

    Setidaknya ada tiga nama besar yang berinvestasi di Malaysia. Berikut rinciannya:

    1. Google

    Di Malaysia, Google menggelontorkan dana US$2 miliar pada awal bulan ini. Investasi untuk membangun pusat data dan wilayah cloud pertama di negara tersebut.

    Cloud regional Malaysia menjadi tambahan dalam jaringan Google. Sejauh ini cakupannya mencapai 40 wilayah dengan 121 zona di dunia.

    Indonesia tak mendapatkan investasi serupa. Google mengumumkan 10 ribu beasiswa pelatihan AI di Indonesia dan komitmen memberantas judi online dengan fitur AI milik perusahaan.

    2. Microsoft

    Nama lain yang berinvestasi di Malaysia adalah Microsoft. Perusahaan itu akan berinvestasi US$2,2 miliar untuk ekspansi infrastruktur AI.

    Jumlah itu lebih besar dibandingkan komitmennya di Indonesia. Yakni sebesar US$1,7 miliar untuk fasilitas dan talenta AI.

    3. Bytedance

    Induk usaha Tiktok itu juga berencana berinvestasi untuk membangun data center di Malaysia. Besarannya mencapai US$2,13 miliar.

    Bytedance akan memperluas fasilitas pusat data di Johor. Perusahaan akan memberikan investasi tambahan senilai 1,5 miliar ringgit.

    (luc/luc)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kalah Gugatan, Google Terbukti Monopoli Mesin Pencarian




    Next Article



    China Tertekan, TikTok Diwajibkan Lepas ke Tangan AS



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.