Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Makin Panas, AS Terang-Terangan Bilang China Sadap Jutaan Orang
    Insight News

    Makin Panas, AS Terang-Terangan Bilang China Sadap Jutaan Orang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Maret 2024Updated:30 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan China makin memanas. Terbaru, pejabat AS dan Inggris menuduh China menyadap jutaan warganya.

    Mereka mengajukan tuntutan, sanksi, dan menuduh China melakukan kampanye spionase dunia maya yang merugikan jutaan orang termasuk anggota parlemen, akademisi dan jurnalis, serta perusahaan, dan kontraktor pertahanan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    AS dan Inggris menjuluki kelompok peretas Advanced Persistent Threat 31 atau “APT31”, dan menyebutnya sebagai cabang dari Kementerian Keamanan Negara China.

    Para pejabat menyusun daftar sasaran tuduhan kejahatan yang disasar China, termasuk staf Gedung Putih, senator AS, anggota parlemen Inggris, dan pejabat pemerintah di seluruh dunia yang mengkritik Beijing.

    Menurut mereka, sedikit jumlah korban yang dapat diidentifikasi namanya. Namun para pejabat AS mengatakan kegiatan mata-mata yang dilakukan para peretas selama lebih dari satu dekade telah membahayakan pertahanan dan berbagai perusahaan, termasuk perusahaan baja, energi, dan pakaian jadi berbasis AS.

    Salah satu target spionase ini adalah penyedia peralatan telepon seluler 5G dan teknologi nirkabel. Bahkan pasangan pejabat senior dan anggota parlemen AS menjadi sasaran.

    “Tujuan dari operasi peretasan global ini adalah untuk menindas kritik terhadap rezim China, mengkompromikan institusi pemerintah, dan mencuri rahasia dagang,” kata Wakil Jaksa Agung AS Lisa Monaco dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (26/3/2024).

    Dalam dakwaan yang diumumkan Senin (25/3) terhadap tujuh orang yang diduga sebagai peretas asal China, jaksa penuntut AS di pengadilan mengatakan bahwa peretasan membobol akun kerja, email pribadi, penyimpanan online, dan catatan panggilan telepon milik jutaan orang Amerika.

    Sedangkan pejabat di London menuduh APT31 meretas anggota parlemen Inggris yang kritis terhadap China dan mengatakan bahwa kelompok mata-mata China itu berada di balik peretasan pengawas pemilu Inggris yang secara terpisah membahayakan data jutaan orang lainnya di Inggris.

    Diplomat China di Inggris dan AS menolak tuduhan tersebut dan menganggapnya tidak berdasar. Sementara kedutaan Besar China di London menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah palsu yang keji.

    Sampai saat ini belum ditemukan informasi terkait tujuh tersangka peretas yang didakwa oleh Departemen Kehakiman AS (DoJ).



    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.