Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Makan Keju dari Polusi Udara, Bill Gates: Rasanya Enak
    Insight News

    Makan Keju dari Polusi Udara, Bill Gates: Rasanya Enak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juli 2024Updated:23 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah startup membuat keju tanpa bahan baku asal hewan ataupun tumbuhan. Mereka menggantinya dengan karbon dioksida yang berasal dari udara dan hidrogen dari air.

    Startup itu bernama Savor dari Orca Sciences. Pendiri Microsoft Bill Gates telah berinvestasi ke perusahaan tersebut.

    Gates telah mencicipi keju buatan Savor. Menurutnya rasa keju dari udara tersebut seperti aslinya.

    “Yang paling penting, rasanya sangat enak seperti aslinya. Karena secara kimiawi memang demikian,” kata Gates, dikutip dari IFL Science, Senin (22/7/2024).

    Penelitian ini mengganti lemak yang ada dalam keju dengan hidrogen. Sebenarnya bahan tersebut memang menjadi material pembentuk lemak bersama atom karbon.

    Bahan kimia itu juga bisa didapatkan dari air dan udara. Material itu dapat diolah menjadi serupa dengan lemak seperti yang berasal dari hewan maupun tumbuhan dengan menggunakan proses biokimia.

    Tak adanya sektor pertanian bertujuan untuk mengurangi jumlah emisi rumah kaca, karena tercatat menyumbang hingga 8,5% emisi global. Topik itu diketahui sering dibicarakan Gates selama beberapa tahun terakhir.

    Berdasarkan penelitian dari University of California, lemak hewani di peternakan menyumbang 1-3 gram karbon dioksida per seribu kalori. Sementara lemak dari laboratorium dapat menghasilkan kurang dari satu gram.

    Namun inovasi pembuatan keju itu memiliki tantangan besar, yakni biayanya cukup tinggi.

    Tantangannya harus bisa menurunkan potensi harga agar menarik bagi konsumen. Menurut para peneliti, peningkatan produksi harusnya tak jadi masalah besar.

    “Hebatnya lemak adalah bisa mensistensinya melalui proses yang tidak melibatkan biologi. Semuanya kimia, dan oleh karena itu Anda bisa melakukan pada tekanan dan suhu lebih tinggi yang sangat efisiensi,” jelas penulis utama studi, Steven Davis.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Warren Buffett Setop Kasih Bill Gates Duit




    Next Article



    Bicara Tanda Kiamat Makin Dekat, Bill Gates Sebut Indonesia



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.