Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Luhut Buka-bukaan Malaysia Kalah dari Indonesia Soal Ini
    Insight News

    Luhut Buka-bukaan Malaysia Kalah dari Indonesia Soal Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Desember 2024Updated:2 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia berada di posisi yang bagus jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina dan Malaysia, dalam hal iCORE.

    “Jadi Bapak-Ibu sekalian sebenarnya kita pada posisi yang bagus kalau Anda lihat tadi iCORE kita dibandingin Filipina, dibandingin Malaysia, Indonesia itu paling tinggi,” ujar Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Transformasi Tata Kelola dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi, Senin (2/12/2024).

    Meski demikian, Luhut menyatakan kita harus hati-hati mengenai iCORE yang tinggi. Perlu dilakukan perbaikan untuk mendapat manfaatnya. Ia menyebut bahwa iCORE RI masih tinggi di angka 1.000 triliun, tapi dengan inefficiency yang juga tinggi.

    iCORE sendiri merupakan sistem Advanced Analytics yang menggunakan IoT, Machine Learning, big data (Data Operasi, Maintenance, Engineering) menjadi suatu sistem Artificial Intelligence untuk meningkatkan performance pembangkit secara realtime agar menjadi pembangkit yang kompetitif.

    iCORE memberikan layanan analisa baik secara manual maupun advanced sesuai jenis pembangkit dan teknologi yang diterapkan di pembangkit tersebut.

    “Tinggal iCORE kita ini yang masih jelek kalau iCORE ini kita bisa perbaiki, saya kira apa yang terakhir di sini, program ini semua itu saya kira ini tidak ada masalah. Akan bisa terselesaikan dengan baik, dan kita sudah belajar selama 11 tahun kita paham betul bagaimana menyelesaikan ini semua,” kata Luhut.

    “Jadi tadi sudah saya bilang iCORE kita tadi tinggi, kemudian inefficiency kita tinggi, sehingga kita punya ada seribu triliun, seribu triliun kalau kita terjemahkan angka pertumbuhan katakan 2-3%, 2% on top of 5%, ya 7%. Kita bisa tumbuh lebih bagus dari itu.” pungkasnya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Peran Teknologi Robotik & AI Dukung Industri 4.0 Indonesia




    Next Article



    Luhut Masih Penasaran, Mau Ketemu Elon Musk Lagi



    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.