Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Lubang Hitam Tertua di Alam Semesta Ditemukan Sedang Melahap Galaksi
    Insight News

    Lubang Hitam Tertua di Alam Semesta Ditemukan Sedang Melahap Galaksi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Januari 2024Updated:20 Januari 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Peneliti menemukan bintang hitam tertua yang diperkirakan sudah ada sejak awal alam semesta. Bintang hitam tersebut melahap galaksi di sekelilingnya.

    Tim internasional yang dipimpin oleh University of Cambridge menggunakan James Webb Space Telescope mendeteksi sebuah lubang hitam yang diperkirakan sudah ada sejak 400 juta tahun setelah big bang. Big bang adalah ledakan besar yang menciptakan alam semesta, yang diperkirakan terjadi 13 miliar tahun silam.

    Menurut Robert Maiolino, penulis utama dalam laporan penelitian yang dipublikasikan di Nature, temuan bintang hitam itu adalah sebuah lompatan besar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fakta soal lubang hitam yang ukurannya jutaan kali massa Matahari tersebut membuat merombak asumsi soal pembentukan dan pertumbuhan lubang hitam yang selama ini dipercaya astronom.

    Ahli astronomi sebelumnya berpendapat bahwa lubang hitam berukuran super (supermassive black hole) yang ditemukan di tengah galaksi membutuhkan miliaran tahun untuk tumbuh menjadi raksasa.

    Namun, ukuran lubang hitam yang baru ditemukan dengan teleskop James Webb ini diperkirakan tumbuh dengan cara yang berbeda. Kemungkinan, bintang hitam ini sudah “besar sejak lahir” dan menelan massa di sekeliling lima kali lebih cepat.

    Astronom selama ini percaya bahwa supermassive black holes terbentuk dari “jasad” bintang yang mati dan kolaps menjadi bintang hitam dengan massa ratusan kali Matahari. Jika mengikuti model tersebut, bintang hitam yang baru ditemukan harusnya terbentuk dalam miliaran tahun.

    Permasalahannya, usia alam semesta belum mencapai miliaran tahun saat lubang hitam baru itu terdeteksi.

    “Lubang hitam sebesar ini ditemukan sangat awal di sejarah alam semesta, sehingga kita harus mempertimbangkan proses pembentukan yang berbeda. Galaksi di tahap terawal pembentukannya sangat kaya gas, ini mungkin seperti ‘makanan prasmanan’ untuk lubang hitam.” kata Maiolino seperti dikutip dari website resmi University of Cambridge.

    Lubang hitam tumbuh dengan menelan galaksi di sekitarnya. Artinya, lubang hitam yang baru ditemukan ini sangat lahap.

    Galaksi tempat lubang hitam ini ditemukan diberi nama GN-z11. GN-z11 bercahaya sangat terang karena energi yang dihasilkan lubang hitam di pusatnya.

    Astronom mendeteksi lubang hitam dari energi tersebut karena lubang hitam, yang menelan cahaya, tidak bisa diamati langsung. Lubang hitam dideteksi dari cakram yang terbentuk di pinggirnya. Gas di cakram tersebut menjadi sangat panas dan memancarkan radiasi energi setara ultraviolet, yang diamati oleh para astronom.

    GN-z11 adalah galaksi yang kecil. Ukurannya hanya satu per seratus dari galaksi Bima Sakti. Ukurannya diperkirakan kecil karena ada lubang hitam tersebut.

    Saat lubang hitam menelan gas terlalu banyak, gas tersebut didorong keluar dan menciptakan angin yang sangat kuat. “Angin” ini menghentikan pembentukan bintang, sedikit demi sedikit membunuh galaksi di sekitarnya. Ironisnya, galaksi itu adalah “makanan” yang membentuk lubang hitam.

    “Ini adalah era baru, lompatan besar dalam sensitivitas [perangkat], terutama infra merah. Seperti upgrade dari teleskop ciptaan Galileo ke teleskop modern hanya dalam semalam. Sebelum ada teleskop James Webb, saya pikir antariksa di luar jangkauan Hubble Space Telescope tidak begitu menarik. Namun, ternyata salah.”

    Maiolino mengatakan sensitvitas teleskop James Webb membuat bintang hitam yang lebih tua bisa ditemukan dalam beberapa tahun ke depan. 


    Artikel Selanjutnya


    Sinyal dari 8 Miliar Tahun yang Lalu Sampai ke Bumi

    (dem/dem)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.