Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»‘Lost World’ Ditemukan, Lokasinya di Wilayah Indonesia
    Insight News

    ‘Lost World’ Ditemukan, Lokasinya di Wilayah Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Maret 2023Updated:10 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dunia yang hilang atau ‘Lost World; dilaporkan telah ditemukan. Lokasinya berada di Indonesia, tepatnya di Sumba.

    Informasi ini berdasarkan temuan fosil-fosil hewan langka di Sumba. Laporan jurnal berjudul ‘Proceedings of the Royal Society B’ dari Zoological Society of London (ZSL) juga merujuk pada temuan itu.

    Wilayah itu merupakan rumah bagi sejumlah hewan dan sebagian besarnya telah punah, termasuk gajah mini, tikus, dan kadal raksasa, dan spesies komodo.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di Sumba juga ditemukan fosil dari komodo, di mana hewan itu hanya bermukim di Pulau Komodo, Flores. Informasi ini juga membuat asumsi, hewan tersebut berasal dari Sumba.

    Melansir Mongabay, Jumat (10/3/2023), dari laporan tersebut juga terungkap beragam spesies hidup di Sumba sekitar 12 ribu tahun lalu.

    Para peeliti meneliti hewan punah pada 2011-2014. Mereka mengumpulkannya dari kepulauan yang dulu diberi nama Wallacea.

    Sebagai informasi, Wallacea berasal dari ahli biologi Alfred Russel Wallacea. Dia memberikan batasan wilayah untuk pertama kalinya berdasarkan penyebaran spesies hewan di tanah air pada abad ke-19.

    Wallacea di dalamnya termasuk Sumba, Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru, dan Seram. Pada 2004, wilayah tersebut sempat populer karena kelompok arkeolog menemukan fosil makhluk punah bernama hobbit atau Homo Floresiensis di Flores bagian utara Sumba.

    Sayangnya riset dan survei fosil serta kehidupan liar di Sumba sendiri masih sangat jarang. Anggota peneliti ZSL, Samuel Turvey menjelaskan ini terjadi kemungkinan karena wilayah Indonesia telalu luas.

    “Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” kata Turvey.

    Dia menambahkan, “”Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern”.


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.