Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»LinkedIn Tutup di China, 700 Pekerja di PHK
    Insight News

    LinkedIn Tutup di China, 700 Pekerja di PHK

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2023Updated:10 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan jejaring sosial LinkedIn mengumumkan akan menutup layanannya di China, Selasa (8/5/2023). Persaingan sengit dan iklim ekonomi makro yang berat menjadi alasan.

    LinkedIn sendiri adalah anak usaha Microsoft. Ini menjadi salah satu dari sedikit perusahaan teknologi AS, yang berhasil mengoperasikan situs media sosial di China, dengan aturan internet dan sensor yang ketat.

    Di China, LinkedIn diketahui berubah menjadi versi domestik dengan nama InCareer. Konsepnya tetap sama, di mana profesional lokal bisa mencari dan melamar pekerjaan serta terhubung dengan jaringan”.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Setelah mempertimbangkan dengan hati-hati, kami telah membuat keputusan untuk menghentikan InCareer efektif 9 Agustus 2023,” kata platform tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.

    “Terlepas dari kemajuan awal kami, InCareer menghadapi persaingan yang ketat dan iklim ekonomi makro yang menantang, yang pada akhirnya membawa kami pada keputusan untuk menghentikan layanan tersebut,” kata LinkedIn.

    CEO Ryan Roslansky juga mempublikasikan secara online tentang ini. Ia mengatakan langkah tersebut akan memangkas 716 karyawan.

    Perusahaan AS pernah mencapai peningkatan pesat di China, diuntungkan dari budaya koneksi atau “guanxi”, di mana kontak dan jaringan profesional seseorang merupakan aset penting. Namun, LinkedIn telah terpinggirkan dalam beberapa tahun terakhir karena popularitas aplikasi lokal yang inovatif.

    Sebagian besar raksasa internet AS – termasuk Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube – telah lama diblokir di China karena gagal mematuhi peraturan yang ketat dan seringkali tidak jelas. Perusahaan teknologi yang beroperasi di negara tersebut ditekan untuk memblokir konten dan topik yang tidak diinginkan yang dianggap sensitif secara politis atas nama stabilitas sosial.




    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.