Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Letusan Gunung Tonga Sembur Jutaan Ton Air ke Luar Angkasa
    Insight News

    Letusan Gunung Tonga Sembur Jutaan Ton Air ke Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2022Updated:15 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga di Samudra Pasifik yang terjadi Januari 2022, terjadi begitu dahsyat sehingga mengirim uap air dalam jumlah besar ke luar angkasa.

    Menurut penelitian yang baru dirilis awal pekan ini, menyatakan bahwa sebuah gunung berapi meluncurkan air di luar atmosfer belum pernah diamati oleh para ilmuwan.

    Studi ini menggarisbawahi sifat letusan yang luar biasa keras dan menyoroti risiko yang lebih luas dari gunung berapi bawah laut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pengamatan satelit menunjukkan bahwa letusan yang terjadi 15 Januari mendorong uap air 93 mil dari permukaan planet, melewati batas ruang angkasa pada 100 kilometer, atau sekitar 62 mil.




    Foto: via REUTERS/TONGA GEOLOGICAL SERVICES

    Bahkan letusan ini mengirim sebanyak 4 juta metrik ton uap air ke luar atmosfer.

    “Ini benar-benar acara yang unik,” kata Larry Paxton, seorang ilmuwan di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins di Laurel, dikutip dari Washington Post, Rabu (14/12/2022).

    “Dalam 20 tahun kami telah melakukan pengamatan, kami belum pernah melihat yang seperti ini.” lanjut Paxton.

    Peristiwa ini menarik perhatian para ilmuwan yang menggunakan satelit untuk memantau cuaca antariksa. Mereka melacak cuaca antariksa karena adanya risiko bencana badai Matahari diprediksi mengirimkan segumpal partikel bermuatan ke Bumi.

    Badai Matahari ini berpotensi berinteraksi dengan medan magnet Bumi dengan cara yang dapat merusak satelit di orbit, bahkan memengaruhi jaringan listrik di permukaan.

    Tepat sebelum letusan gunung berapi, dan murni kebetulan, badai matahari berukuran sedang telah mengirimkan semburan partikel bermuatan ke Bumi. Tetapi gunung berapi memiliki efek yang lebih kuat pada ionosfer, menurut Claire Gasque, seorang kandidat doktor dalam fisika ruang angkasa di University of California di Berkeley.

    Di antara efek yang mengejutkan, Arus yang dikenal sebagai elektrojet ekuator, yang biasanya mengalir dari barat ke timur di ionosfer, berbalik arah.

    “Ini adalah badai [matahari] sedang versus gunung berapi yang sangat kuat. Jadi bukan berarti gunung berapi akan selalu menang,” kata Gasque.

    Data tersebut dapat membantu para ilmuwan meningkatkan pemahaman mereka tentang cuaca antariksa. Letusan ini dinilai menjadi peristiwa yang baik untuk membantu ilmuwan memahami apa yang dapat dilakukan oleh ledakan energi impulsif yang tiba-tiba di atmosfer bawah terhadap lingkungan antariksa, yang diharapkan akan terjadi.

    “Bisa meningkatkan kemampuan prediksi cuaca luar angkasa di masa depan.” tuturnya.

    [Dexpert.co.id]

    (dem)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.