Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Langit Bolong Merah Darah Akibat Roket Elon Musk, Ahli Cemas
    Insight News

    Langit Bolong Merah Darah Akibat Roket Elon Musk, Ahli Cemas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Desember 2023Updated:4 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Astronom menemukan tipe “aurora” baru yang tercipta oleh roket Elon Musk. Rona yang tercipta karena lubang di ionosfer tersebut dinilai bisa menyebabkan masalah yang belum diketahui.

    Fenomena lubang di langit karena ditembus roket sudah lama diketahui oleh peneliti. Lubang tercipta di bagian atmosfer di antara 80-644 kilometer di atas permukaan Bumi, yang disebut sebagai ionosfer. Lubang di ionosfer membuat molekul gas di sekitarnya bereaksi kemudian memicu garis merah, seperti cahaya aurora.

    Pada Juli, misalnya, roket Falcon 9 milik SpaceX menciptakan lubang di atas Arizona yang membuat langit seperti berdarah. Pada September, roket milik satuan antariksa tentara AS, Space Force, menciptakan lubang ionosfer di atas California.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kini, astronom di McDonald Observatory di Texas menemukan fenomena baru yaitu garis cahaya merah unik yang muncul lama setelah peluncuran roket Falcon 9 milik SpaceX. Cahaya ini lebih kecil dan berbentuk lebih melingkar. Para peneliti memperkirakan cahaya itu muncul dari roket pendorong Falcon 9 yang jatuh ke Bumi setelah terlepas dari roket.

    Booster SpaceX yang jatuh dari orbit mengeluarkan bahan bakar di atmosfer untuk mengatur posisi jatuhnya ke Samudra Atlantik.

    Astronom pertama kali mencatat fenomena ini pada Februari. Kini, Stephen Hummer dari McDonald Observatory menyatakan fenomena langit berdarah terjadi 2 hingga 5 kali tiap bulan.

    “Bola merah “sangat cerah” dan “dengan mudah terlihat pakai mata telanjang,” kata Hummer.

    Baik roket yang meluncur ke angkasa maupun booster yang jatuh ke Bumi, sama-sama menciptakan lubang karena mereka melepas bahan bakar ke ionosfer. Bahan bakar tersebut menyebabkan atom oksigen yang terionisasi kembali bergabung menjadi molekul gas.

    Perubahan ini membuat molekul aktif dan mengeluarkan cahaya merah. Proses ini serupa dengan reaksi gas akibat radiasi matahari penyebab aurora.

    Baik roket maupun aurora, sama-sama menciptakan lubang di tengah-tengah plasma. Namun, molekul tersebut kembali menjadi ion hanya dalam 10-20 menit, yang membuat lubang kembali tertutup.

    Hummel mengatakan lubang dari booster SpaceX tidak menyebabkan bahaya untuk manusia dan kehidupan lain di Bumi. “Namun, dampak astronominya masih dievaluasi,” katanya.

    Perubahan di ionosfer berpotensi mengganggu komunikasi radio gelombang pendek bahkan mengganggu sinyal GPS.



    Artikel Selanjutnya


    6 Kebohongan Terbesar Elon Musk, Sesumbar Orang Terkaya Dunia

    (dem/dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.