Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Lagi! Pasien Obesitas 200 Kg Meninggal di RSCM, Ini Sebabnya
    Inspiring You

    Lagi! Pasien Obesitas 200 Kg Meninggal di RSCM, Ini Sebabnya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman20 Juli 2023Updated:20 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasien obesitas berbobot 200 Kilogram asal Tangerang, Banten, Cipto Raharjo, meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah sempat dirawat selama sembilan hari, Rabu (19/7/2023).

    Menurut keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Cipto yang meninggal di usia 45 tahun tersebut adalah pasien rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.

    “Pasien tiba di RSCM pada 11 Juli 2023 dan setelah dilakukan triage kegawatdaruratan, ditemukan komplikasi sehingga pasien membutuhkan perawatan dari profesi multi-disiplin ilmu,” terang RSCM, dikutip Kamis (20/7/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    RSCM menyebutkan bahwa Cipto menerima perawatan intensif selama kurang lebih sembilan hari oleh tim multi-disiplin, yakni dokter ahli perawatan intensif, pulmonologi (paru), kardiovaskular (jantung), pencernaan, saraf, kulit, bedah pembuluh darah, gizi, hingga rehabilitasi medik.

    “Pada Rabu, 19 Juli 2023, pasien atas nama CR telah dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.32 WIB karena gagal napas,” ujar RSCM.

    Melansir dari detikhealth, sebelum dirujuk ke RSCM, kondisi Cipto sudah stabil. Namun, ia sempat mengalami sesak napas saat dibawa ke RSUD Kota Tangerang.

    Dilaporkan, pemindahan Cipto ke RSUD dilakukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atas permintaan dari keluarga.

    “Pasien ini dievakuasi di rumahnya, Selasa, 4 Juli 2023, dan dirujuk ke RSUD Kota Tangerang. Pasien diterima sekitar pukul 21.17 (WIB) malam,” ucap Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, drg. Fika Khayan.

    Fika mengungkapkan, Cipto sempat mengeluhkan sesak napas selama satu minggu dan mengalami nyeri pada kedua kaki. Akibat nyeri kaki, Cipto disebut tidak dapat berjalan hingga mengesot untuk ke kamar mandi.

    Cipto bukan pasien obesitas ekstrem pertama yang mengalami komplikasi penyakit hingga meninggal dunia. Pada Juni 2023 lalu, pemuda asal Tangerang bernama Fajri yang berbobot 300 kg, meninggal dunia akibat syok sepsis atau kondisi yang ditandai dengan terganggunya aliran darah akibat infeksi.

    “Infeksi di kakinya semakin berat dan juga ada infeksi di bagian paru-parunya. Kemudian, infeksi ini menimbulkan kejadian yang namanya syok sepsis,” ujar dr. Sidharta dalam kesempatan yang sama.


    Artikel Selanjutnya


    Kemenkes Ungkap Daerah dengan Jumlah Anak Obesitas Tertinggi

    (hsy/hsy)


    Berani sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.