Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kuras Rekening Warga RI, Google Blokir 17 Pinjol di Android
    Insight News

    Kuras Rekening Warga RI, Google Blokir 17 Pinjol di Android

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Januari 2024Updated:5 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum lama ini dilaporkan terdapat 17 aplikasi pinjaman online (pinjol) berbahaya pada HP Android. Google bergerak cepat dengan memblokir seluruh aplikasi tersebut.

    Laporan itu berasal dari peneliti keamanan siber ESET Research. Menurut laporan, seluruh aplikasi diunduh lebih dari 12 juta kali sejak tahun 2020.

    ESET tak menyebutkan seluruh nama aplikasi yang dimaksud. Namun seluruhnya dilaporkan menggunakan teknik spyware dan digolongkan sebagai Spyloan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagian dari aplikasi itu akan meniru nama dan branding penyedia pinjaman dan institusi keuangan resmi. Namun aplikasi akan langsung meminta informasi pribadi mulai dari alamat, informasi kontak, bukti penghasilan, informasi rekening bank, serta foto kartu identitas bagian depan dan belakang.

    Aplikasi akan mengambil data sensitif dari dalam perangkat. Data itu mulai dari log panggilan, event kalender, informasi perangkat, daftar aplikasi yang diinstal, informasi jaringan Wi-Fi lokal, metadata foto, daftar kontak, data lokasi pengguna, dan SMS.

    “Setelah itu, operator aplikasi pinjol berbahaya akan memeras dan mengancam pengguna untuk segera membayar pinjaman, bahkan ketika pengguna tidak meminjam uang atau pinjamannya ditolak. Bahkan ada attacker yang mengancam akan membunuh keluarga pengguna,” seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (4/1/2023)

    ESET mencatat terdapat peningkatan aplikasi Spyloan pada tahun 2023. Bukan hanya Indonesia, sejumlah negara disebut jadi korban terbanyak aplikasi tersebut seperti Meksiko, India, Thailand, Nigeria, Filipina, Mesir, Vietnam, Singapura, Kolombia, dan Peru.

    Aplikasi ini akan berpromosi lewat SMS. Selain itu mereka akan memanfaatkan media sosial seperti Twitter/X, Facebook, dan Youtube untuk menarik minat pengguna.



    Artikel Selanjutnya


    Google Bujuk Pemilik iPhone Ganti HP Android, Ini Caranya


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.