Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kualitas Gambar TV Digital Lebih Buruk dari Analog, Kok Bisa?
    Insight News

    Kualitas Gambar TV Digital Lebih Buruk dari Analog, Kok Bisa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2022Updated:7 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah mulai menghentikan siaran TV analog secara bertahap sejak bulan lalu. Nantinya, akan digantikan dengan siaran TV digital.

    Namun, ternyata terdapat beberapa keluhan terkait siaran TV digital. Masyarakat mengatakan kualitas siaran digital masih kalah dengan siaran analog.

    Kok bisa?

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate sebelumnya menyebutkan, hal ini bisa saja disebabkan oleh Set Top Box (STB). Sebab, sebab dalam penyiarannya tv analog menggunakan stasiun pemancar yang makin dekat maka sinyal makin kuat dan jika menjauh akan melemah.

    Berbeda dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi. Namun dengan syarat harus menggunakan STB.




    Foto: Infografis/ Cara Cek Sinyal Siaran TV Digital / Edward Ricardo
    Infografis, Cara Cek Sinyal Siaran TV Digital

    STB merupakan perangkat untuk menerima siaran digital yang dapat dihubungkan ke televisi. Sejauh ini terdapat 44,6 juta pesawat TV analog di tanah air.

    Menurut Johnny, dengan beralihnya siaran ke digital maka bisa memberikan penghematan dan penggunaan pita frekuensi 700 MHz. Hasil efisiensi itu bisa digunakan untuk layanan telekomunikasi seluler.

    “Implementasi sistem penyiaran digital akan menghasilkan efisiensi spektrum radio pada pita frekuensi 700 MHz atau umumnya dikenal sebagai digital dividend. Kita semua telah ketahui yang saat ini (pita frekuensi 700 MHz) seluruhnya digunakan hanya untuk siaran televisi analog,” ujar nya pada Juni lalu.

    Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi UGM Rahayu dalam keterangannya menyebutkan bahwa jika ditemukan gambar yang kurang baik saat menggunakan siaran digital maka sebaiknya periksa STB nya.

    “Ini bisa jadi terkait kualitas STB, pemasangan STB tidak sempurna atau faktor lain,” jelasnya.

    Sebagai informasi, Kominfo menargetkan migrasi tv analog ke digital akan rampung pada 2 November 2022. Program ini dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama ditargetkan rampung 17 Agustus 2022.

    [Dexpert.co.id]

    (dce/dce)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.