Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kronologis Ribuan Toko Vitamin-Masker Palsu Ditutup Tokopedia
    Insight News

    Kronologis Ribuan Toko Vitamin-Masker Palsu Ditutup Tokopedia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 September 2021Updated:17 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Ribuan Toko vitamin serta masker palsu di Tokopedia diketahui ditutup. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh pendiri dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/9/2021).

    Dia mengaku ada toko-toko di marketplace yang memang menjual vitamin hingga masker yang palsu. “Kami menutup puluhan ribu toko pak. Namun dengan adanya media sosial ini satu kejadian jadi mudah diviralkan,” kata William.

    “Bukan berarti tidak ada tindakan. Kami sudah bekerja sama juga dengan kepolisian untuk mencari sindikat atau oknum di belakang itu. Kenapa? karena bisnis kami merupakan bisnis reputasi,” tambahnya.

    William mengatakan tiap harinya ada saja temuan oknum yang melakukan kecurangan berjualan di Tokopedia. Namun dia mengklaim presentasenya kecil.

    Sementara itu, William menyebut pihaknya akan selalu melakukan perlindungan pada konsumen untuk tetap menjaga kesetiaan konsumen.

    Perlindungan Data Pengguna

    Dalam kesempatan yang sama, William juga mengungkap soal perlindungan data pribadi secara online. Dia menyebut kejahatan dan kecerobohan soal data harus dipisahkan.

    Menurutnya serangan siber bisa terjadi pada siapapun bahkan Pentagon yang sempat juga mengalami hal sial itu. Sedangkan praktik menjual data dilakukan oleh oknum internal perusahaan.

    “Kalau oknum di dalam menjual data ini berarti SOP segala macam, kalau ada penjebolan, kalau di beberapa negara ada UU yang sangat kuat untuk menyerang, siapa yang menjebol, penjahatnya itu yang akan mendapatkan hukuman sangat berat. Bahkan hukuman mati di Nigeria,” jelasnya.

    Dia juga mencontohkan saat data pengguna Tokopedia bocor beberapa waktu lalu. Perusahaannya disebut langsung melakukan best practice yang ada di dunia.

    “Ketika kami terjadi kebobolan data kami mengikuti best practices dunia. Pertama kami harus transparan. Kami menyampaikan data apa saja yang bocor dan kami menyampaikan langkah-langkah apa yang kami lakukan itu secara rutin kami lakukan kepada puluhan juta pengguna kami,” ungkap William.

    “Dan tentunya kami terus melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan karena kembali ini adalah bisnis kepercayaan”.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.