Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kronologi Insiden Cabut Gigi Bungsu yang Berujung Kematian
    Inspiring You

    Kronologi Insiden Cabut Gigi Bungsu yang Berujung Kematian

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Mei 2024Updated:15 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Baru-baru ini tengah viral kasus yang dialami seorang wanita bernama Nira Pranisa Asih (31). Dia meninggal dunia usia menjalani tindakan cabut gigi bungsu. Apa yang terjadi?

    Nira Pranita Asih melakukan tindakan pencabutan gigi bungsu pada 28 Desember 2023. Kemudian ia meninggal dunia pada 27 April 2024 lalu.

    Suami almarhumah, Davin Ahmad Sofyan (28) pun menjelaskan kronologi meninggalnya Nira Pranita Asih.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut sang suami, kondisi Nira memburuk pasca proses pencabutan gigi. Gusinya membengkak dai dia mengalami radang yang berujung infeksi. Nahas, infeksinya sudah telanjur menjalar sampai ke paru-paru.

    Semasa dirawat di rumah sakit, Nira sempat menjalani operasi torakotomi yakni pembelahan dada untuk mengatasi infeksi, tetapi situasinya tidak kunjung membaik sampai almarhumah harus bergantung dengan alat ventilator. Tak lama setelahnya, Nira meninggal.

    Terkait kejadian tersebut, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Usman Sumantri menyebut pihaknya telah memanggil dokter yang menangani Nira.

    Mengutip keterangan dokter terkait, Usman menjelaskan proses pencabutan gigi geraham sudah dilakukan sesuai standar pelayanan. Pihaknya juga mengecek foto rontgen sebelum dan setelah pencabutan gigi Nira dilakukan.

    Usman merekomendasikan agar proses investigasi juga dilakukan pada tahap pasca pencabutan gigi, termasuk untuk melihat bagaimana infeksi yang dialami Nira. Mengingat, menurutnya rentang waktu kondisi Nira memburuk sampai semula mengalami keluhan relatif panjang hingga lebih dari dua bulan.

    “Ada standar pelayanan yang harus menjadi acuan bagi dokter untuk bekerja, mana yang boleh mana yang tidak, pada kondisi seperti apa, itu sudah dilakukan dengan baik, bahkan ada foto rontgen lengkap,” beber Usman kepada detikcom, ditulis Rabu (15/5/2024).

    “Saya berpendapat sebenarnya ada sesuatu yang kita tidak tahu yang mesti didalami, karena itu kaitannya sama infeksi yang ke dalam, sampai ke paru, nah kita nggak tahu kondisi paru-nya saat itu seperti apa,” terangnya.

    Proses Operasi Gigi Bungsu

    Usman menyebut proses operasi yang dilakukan dokter terkait relatif cepat lantaran bukan dalam kasus berat misalnya terjadi impaksi, keadaan saat gigi tidak bisa tumbuh atau muncul sepenuhnya pada posisi normal di rahang karena terhalang oleh gigi lain, tulang, atau jaringan.

    “Operasinya sangat sederhana, prosesnya sangat cepat, bukan karena kasus impaksi gigi nggak tumbuh, itu tumbuhnya biasa, sudah agak miring, dan sudah agak goyang jadi proses pencabutannya cepat, sekali selesai,” terang dia.


    Artikel Selanjutnya


    Agensi Lee Sun Kyun Geram, Mau Polisikan Penyebar Rumor Palsu

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.