Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kronologi ‘Asian Value’ Viral di Medsos, Ini Arti dan Konteksnya
    Insight News

    Kronologi ‘Asian Value’ Viral di Medsos, Ini Arti dan Konteksnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juni 2024Updated:8 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kata kunci ‘Asian Value’ mendadak viral di media sosial. Pantauan CNBC Indonesia, Jumat (7/6/2024), kata kunci tersebut masuk jejeran trending topic platform X dan menghimpun lebih dari 110 ribu tweet.

    Banyak netizen yang membagikan tweet guyonan dan gambaran soal nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat Asia, lebih khusus Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Secara harafiah, ‘Asian Value’ memang bermakna nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Asia. Ada netizen yang membagikan gambar kopi tubruk, mie instan dicampur nasi, ilustrasi kerokan, dan ibu-ibu mengobrol sambil belanja kebutuhan di tukang sayur keliling.

    Hal-hal tersebut seakan menggambarkan budaya atau nilai yang dipegang di Indonesia sebagai bagian dari kawasan Asia.

    Lantas, kenapa istilah itu bisa viral? Mulanya berawal dari podcast Total Politik yang mengundang komikus Pandji Pragiwaksono.

    Host podcast bernama Arie Putra menyinggung soal Pandji yang sensitif ketika membahas dinasti politik. Padahal, Arie mengklaim dinasti adalah hak warga negara.

    Pandji lalu menanyakan kembali soal pendapat host Total Politik soal politik dinasti. Akhirnya tercetus dari host lainnya bernama Budi Adiputro soal ‘Asian Value’.

    Menurut podcast Total Politik, politik dinasti merupakan hak warga negara dan sah saja dilakukan karena merupakan ‘Asian Value’.

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    [Gambas:Twitter]

    Arti Istilah Asian Value

    Istilah ‘Asian Value’ sudah digaungkan para petinggi-petinggi negeri di kawasan Asia sejak beberapa dekade lalu. Konsepnya makin mengemuka pada era 1990-an, menurut South China Morning Post.

    Mulanya, konsep tersebut dibuat sebagai bentuk kepercayaan diri kawasan Asia dalam mendobrak dominasi nilai-nilai dunia Barat di sektor perekonomian, menurut Michael Barr, profesor di jurusan Hubungan Internasional di Flinders University.

    Negara-negara Asia kala itu merayakan kesuksesan ekonomi ereka yang dicapai tanpa mengadopsi nilai-nilai individualis dari negara Barat.

    Menurut profesor dari Universiti Brunei Darussalam, Hoon Chang Yau, pada tesis tahun 2024, ‘Asian Value’ menjunjung tinggi konsep konsensus, harmonisasi, persatuan, dan komunitas.

    Ia menggarisbawahi bahwa komunitas masyarakat Asia bertumpu pada nilai keluarga, bukan individual.

    Jauh sebelumnya, di Singapura, konsep ‘Asian Value’ muncul di parleman pada 1977. Kala itu para pemangku kebijakan berdebat soal tujuan dari moral dan pendidikan.

    Menteri Pendidikan Singapura kala itu, Chua Sian Chin, dalam pidatonya menyebut bahwa siswa di sekolah perlu “menyerap dan mengimplementasikan budaya Asia dan nilai moral di sekolah”.


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.