Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Seks Susah Cari Prajurit, Militer Jepang Ambil Langkah Drastis
    Insight News

    Krisis Seks Susah Cari Prajurit, Militer Jepang Ambil Langkah Drastis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2024Updated:30 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan rencana untuk berinvestasi di bidang kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi karena kesulitan untuk merekrut prajurit baru.

    Jepang padahal sedang berusaha membangun kekuatan militer mereka sebagai respons dari peningkatan kekuatan militer China.

    Aktivitas militer China dalam beberapa tahun terakhir makin agresif dalam upaya mengendalikan Taiwan. Sebagai respons, Perdana Menteri Fumio Kishida pada 2022 mengumumkan kenaikan anggaran militer hingga dua kali lipat untuk pembelian munisi, rudal, pesawat tempur, hingga pertahanan siber.

    Namun, upaya untuk menambah anggota angkatan bersenjata Jepang, yang dikenal sebagai Pasukan Bela Diri, terbentur kepada minat yang rendah.

    Dalam setahun, Pasukan Bela Diri hanya bisa merekrut kurang dari 10.000 anggota baru. Jumlah tersebut hanya separuh dari target total 20.000 anggota baru di angkatan laut, darat, dan udara. Dengan angka kelahiran yang rendah, Jepang bahkan kesulitan untuk mempertahankan jumlah angkatan bersenjata di kisaran 250.000 orang.

    “Seiring peningkatan kekuatan pertahanan, kita harus membangun organisasi yang bisa bertempur dengan cara baru,” tulis dokumen yang dirilis Kementerian Pertahanan Jepang yang dikutip Reuters pada Jumat (30/8/2024).

    Dokumen tersebut berisi permintaan kenaikan anggaran sebesar 6,9% menjadi US$ 59 miliar (Rp 912 triliun).

    Salah satu pos dalam anggaran militer tersebut adalah belanja senilai 18 miliar yen (Rp 1,92 triliun) untuk sistem pemantauan berbasis AI di pangkalan militer. Sistem ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan personel militer untuk penjagaan.

    Jepang juga menganggarkan 314 miliar yen (Rp 33,52 triliun) untuk membeli drone tanpa pilot dan tiga kapal perang “otomatis” yang hanya memerlukan kru 90 orang, kurang dari setengah kapal perang sebelumnya.

    Pasukan Bela Diri juga mengalihkan tugas pelatihan dan pendukung ke eks-tentara dan kontraktor sipil agar sebagian besar prajuritnya difokuskan untuk dikirim ke garis depan.

    Untuk menarik minat warganya bergabung, militer Jepang kini juga menawarkan upah yang lebih tinggi hingga ruang tidur yang lebih privat serta memberikan akses lebih bebas ke media sosial.

    Jepang juga berusaha menarik lebih banyak perempuan untuk bergabung dengan membangun akomodasi khusus, dengan toilet dan pancuran yang berbeda.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: AI Bakal Jadi Masa Depan Bisnis Perbankan, Cek Faktanya!




    Next Article



    Penduduk Negara Ini Untung Gede dari AI, Satu Orang Rp 182 Juta



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.