Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Chipset Berakhir, Muncul Masalah Ini!
    Insight News

    Krisis Chipset Berakhir, Muncul Masalah Ini!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Juli 2022Updated:20 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan riset International Data Corporation (IDC) melaporkan kekurangan chipset global tetap membebani pasokan suku cadang penting yang dibutuhkan. Selain juga terkait perang di Ukraina yang terus berlanjut.

    “Pasokan semikonduktor tidak akan segera meningkat. Ada banyak bahan mentah, gas, yang dibutuhkan untuk produksi semikonduktor tersebut,” ungkap Direktur Riset IDC, Vinay Gupta, dikutip dari CNBC International, Rabu (20/7/2022).

    Untuk perang Rusia-Ukraina, Gupta mengatakan kedua negara mengantongi sebagian besar pangsa pasar. Begitu juga menjadi pengekspor kripto terbesar, yakni tak yang digunakan untuk produksi chip.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu lebih dari setengah neon dunia diproduksi oleh segelintir perusahaan Ukraina, ungkap Peter Hanbury selaku analis semikonduktor di Bain & Co.

    Sebagai informasi Neon penting dalam pembuatan chip serta digunakan untuk laser yang dikenal sebagai litografi di mana mesin mengukir pola ke potongan kecil silikon yang dibuat oleh Samsung, Intel, dan TSMC.

    Semikonduktor digunakan dalam beberapa produk, dari ponsel, komputer, mobil, hingga peralatan rumah tangga. Gangguan rantai pasokan dan kenaikan biaya juga menyebabkan akan ada kenaikan pada harga jual.

    “Harga jual rata-rata perangkat akan naik dan vendor infrastruktur kemudian akan meneruskannya ke pelanggan,” ucap Gupta.

    Gupta juga menambahkan adanya perlambatan belanja konsumen. Ini disebabkan adanya peningkatan inflasi dan ekspektasi pengetatan moneter yang lebih banyak.

    “Pengeluaran TI, terutama belanja TI konsumen, menunjukkan tanda-tanda resesi,” kata dia.

    Untuk pengeluaran perusahaan seperti layanan software, cloud, dan layanan TI disebut masih akan bertahan. Inflasi mendorong bisnis melindungi anggaran teknologi perusahaan saat ini.

    Selain itu kejadian ini juga akan ditambah dengan kenaikan suku bunga di seluruh dunia. Dia mengatakan perlambatan ini ‘akan menggigit’.

    “Namun harapannya ini akan jadi perlambatan yang dangkal, karena pemerintah dan bank sentral berusaha untuk menyeimbangkan kenaikan inflasi dan suku bunga,” ujar Gupta.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Xiaomi, Oppo & Vivo Minggir Dulu, Ini Dia Raja HP di Dunia

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.