Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Chip AS di Depan Mata, Xi Jinping Full Senyum
    Insight News

    Krisis Chip AS di Depan Mata, Xi Jinping Full Senyum

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2023Updated:28 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri semikonduktor Amerika Serikat (AS) menghadapi kekurangan sekitar 67 ribu pekerja pada tahun 2030. Data ini berdasarkan laporan studi asosiasi industri yang diterbitkan Selasa (25/7) pekan ini.

    Tenaga kerja industri chip diproyeksikan makin dibutuhkan dalam satu dekade ke depan. Dari 345 ribu pada tahun ini menjadi 460 ribu.

    Masalahnya, AS tidak akan menghasilkan cukup pekerja yang memenuhi syarat untuk mengisi peningkatan tersebut, menurut penelitian yang disiapkan oleh Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA) dan Oxford Economics.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kekurangan yang diproyeksikan termasuk ilmuwan komputer, engineer, dan teknisi. Padahal, setengah dari pekerjaan industri chip di masa depan adalah engineer.

    “Ini sudah menjadi masalah lama yang dihadapi AS,” kata Presiden SIA John Neuffer, dikutip dari Reuters, Kamis (27/5/2023).

    Kekurangan pekerja chip yang terampil adalah bagian dari kurangnya lulusan sains, teknologi, teknik, dan matematika di AS. Pada akhir 2023, 1,4 juta posisi yang dibutuhkan kemungkinan tidak akan terpenuhi.

    Studi tersebut muncul saat AS berupaya memperkuat sektor chip domestiknya, dengan pemerintah meluncurkan Undang-undang CHIPS yang menelan banyak biaya untuk lokasi manufaktur baru, serta penelitian dan pengembangan.

    Departemen Perdagangan AS mengawasi subsidi manufaktur senilai US$39 miliar yang ditetapkan berdasarkan UU tersebut. Perusahaan seperti Intel Corp, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd, dan Samsung Electronics Co Ltd, mengatakan bahwa mereka akan mengajukannya.

    UU itu juga menciptakan kredit pajak investasi sebesar 25% untuk membangun pabrik chip baru yang bernilai US$24 miliar.

    Krisis pekerja untuk pengembangan chip di AS bisa dibilang membawa angin segar bagi pemerintahan Xi Jinping. China diketahui sedang terlibat dalam perang chip bersama AS.

    AS tak ingin China mengambil alih dominasi chip di dunia. Beberapa bulan lalu, China memblokir perusahaan chip AS, Micron Technology. Selanjutnya, AS membujuk Jepang dan Belanda untuk melakukan pembatasan ekspor alat manufaktur chip canggih ke China


    Artikel Selanjutnya


    TikTok Diblokir Biden, Malah Cetak Rekor Untung Segini

    (fab/fab)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.