Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Korban Baru Perang Rusia-Ukraina: Stasiun Luar Angkasa ISS
    Insight News

    Korban Baru Perang Rusia-Ukraina: Stasiun Luar Angkasa ISS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2022Updated:4 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Rusia akan mengakhiri kerja sama dengan negara lain di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sampai sanksi yang dikenakan pada mereka dicabut.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Antariksa Rusia Roscosmos, Dmitry Rogozin, dalam sebuah utas di Twitter.

    Ia mengatakan, pemulihan hubungan normal antara mitra di ISS dan proyek-proyek lain hanya mungkin dengan pencabutan semua sanksi ilegal dan tanpa syarat, demikian dilansir CNBC Indonesia dari The Verge, Senin (4/4/2022)

    Rogozin mengajukan banding atas sanksi tersebut melalui surat kepada Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Badan Antariksa Eropa(ESA), serta Badan Antariksa Kanada (CSA)

    Dia juga memposting gambar dari tanggapan masing-masing negara. CSA mengkonfirmasi keaslian surat itu, tetapi menolak berkomentar lebih jauh. Sementara NASA dan ESA belum mau buka suara.

    “AS terus mendukung kerja sama antariksa pemerintah internasional, terutama kegiatan yang terkait dengan pengoperasian ISS dengan Rusia, Kanada, Eropa, dan Jepang,” bunyi surat yang ditandatangani oleh administrator NASA Bill Nelson.

    “Langkah-langkah kontrol ekspor AS yang baru dan yang sudah ada terus memungkinkan kerja sama antara AS dan Rusia untuk memastikan operasi ISS yang aman dan berkelanjutan.”

    CSA tampaknya memiliki tanggapan serupa terhadap permintaan Rogozin, dengan menyatakan, “Saya dapat meyakinkan Anda bahwa Kanada terus mendukung program ISS, dan berdedikasi untuk operasinya yang aman dan sukses.” kata CSA.

    Sementara itu, kepala ESA Josef Aschbacher menjawab dengan mengatakan bahwa dia akan menyampaikan permintaan Rogozin kepada negara-negara anggota agensi untuk penilaian.

    Rogozin menyebut bahwa Roscosmos dalam waktu dekat akan segera menentukan tanggal kapan harus menghentikan keterlibatan Rusia dengan ISS, yang kemudian akan dilaporkan kepada pejabat pemerintah Rusia.

    Tindakan yang diambil ini merupakan reaksi keras terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Presiden Joe Biden pada Februari lalu terkait invasi yang Rusia lakukan ke Ukraina.

    Bahkan, Roscosmos membuat sindiran bahwa stasiun ruang angkasa bisa jatuh ke Bumi tanpa keterlibatan mereka.

    Menurut laporan, penarikan Rusia dari ISS berpotensi menimbulkan ancaman, karena NASA bergantung pada Rusia untuk mempertahankan posisi dan orientasi ISS di luar angkasa.

    Pada pekan lalu, NASA mengatakan Rusia “bergerak menuju” memperluas kerjasamanya di ISS hingga 2030, tetapi dengan adanya pernyataan Rogozin yang baru membuat semuanya tampak tidak mungkin.

    Awal pekan ini, astronot NASA Mark Vande Hei dengan selamat kembali ke Bumi dengan menggunakan roket Soyuz milik Rusia dengan dua kosmonot. Sebelum kedatangannya, ada kekhawatiran tentang kepulangannya di tengah perang Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina, tetapi Roscosmos menyatakan bahwa itu tidak akan membuat Vande Hei terdampar di ISS.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.